JAWA TENGAH — PT Samindo Resources Tbk (MYOH) membukukan laba bersih USD17,47 juta hingga kuartal III-2026, tumbuh 53% dari USD11,42 juta pada periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut sekaligus melampaui target laba dalam rencana kerja perseroan yang dipatok USD14,89 juta.
Pendapatan konsolidasi MYOH tercatat USD133,05 juta, naik 9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba yang lebih tajam dari pertumbuhan pendapatan menandakan perbaikan margin operasional emiten jasa pertambangan batu bara tersebut.
Kontributor utama pendapatan berasal dari segmen overburden removal dan coal getting yang naik 22% menjadi USD79,98 juta, dari sebelumnya USD65,56 juta pada kuartal III-2025. Segmen coal hauling juga tumbuh menjadi USD32,86 juta, sementara jasa pengeboran, eksplorasi, dan lainnya meningkat 15% menjadi USD1,68 juta.
Segmen overburden removal dan coal getting menyumbang porsi terbesar dari total pendapatan perseroan. Nilai USD79,98 juta setara sekitar 60% dari pendapatan konsolidasi USD133,05 juta yang dibukukan hingga kuartal III-2026.
Pertumbuhan 22% di segmen ini jauh melampaui pertumbuhan pendapatan total yang hanya 9%. Artinya, bisnis pengupasan lapisan tanah penutup dan pengambilan batu bara menjadi mesin utama di balik lonjakan laba bersih perseroan.
Di sisi lain, segmen coal hauling dan jasa pengeboran mencatat pertumbuhan yang lebih moderat. Kombinasi keduanya memberi diversifikasi pendapatan, meski skala nilainya masih jauh di bawah segmen utama.
Realisasi laba bersih USD17,47 juta menempatkan MYOH di atas target yang ditetapkan dalam rencana kerja perseroan sebesar USD14,89 juta. Selisihnya mencapai sekitar USD2,58 juta atau setara 17% di atas target.
Pencapaian ini memberi ruang bagi perseroan untuk menutup tahun dengan kinerja yang lebih kuat, tergantung pada volume pekerjaan di kuartal IV. Sebagai catatan, laporan keuangan MYOH menggunakan denominasi dolar Amerika Serikat, sehingga kinerjanya turut dipengaruhi pergerakan kurs dalam rupiah.
Laba yang tumbuh 53% dan melampaui target menjadi sinyal positif bagi investor yang memegang saham MYOH. Kinerja ini berpotensi mendukung kemampuan perseroan membagikan dividen, meski besaran payout baru akan ditentukan lewat RUPS.
Bagi pelaku pasar, fokus berikutnya adalah keberlanjutan volume jasa pertambangan di kuartal IV, terutama dari klien utama perseroan. Permintaan jasa overburden removal dan coal getting sangat bergantung pada aktivitas produksi batu bara para pelanggan.
Harga saham MYOH akan merespons laporan ini pada sesi perdagangan berikutnya. Investor perlu mencermati apakah kenaikan laba bersih dibarengi dengan perbaikan margin dan arus kas operasi, bukan hanya pertumbuhan pendapatan.