Program rumah subsidi di Jawa Tengah melesat. Dari 7.532 unit tahun lalu, pemerintah pusat menargetkan minimal 30 ribu unit pada 2026. Menteri Perumahan memuji lompatan ini sebagai bukti nyata arahan Presiden Prabowo.
BREBES — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, memuji capaian program perumahan di Jawa Tengah. Ia menyebut angka itu mengalami lompatan signifikan. Target rumah subsidi di provinsi ini tahun ini mencapai 30 ribu unit, naik sekitar 23 ribu unit dari realisasi tahun sebelumnya.
“Ini membuktikan program tiga juta rumah arahan Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan lompatan yang luar biasa,” kata Maruarar saat kunjungan di Brebes, kemarin.
Menurutnya, Jawa Tengah kini menjadi provinsi dengan serapan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan terbesar di Indonesia. Ia juga mengapresiasi Bank Jateng. Bank itu dinilai sebagai salah satu bank pembangunan daerah dengan penyaluran pembiayaan perumahan terbesar secara nasional.
Kenaikan 30 Kali Lipat Program Bedah Rumah di Brebes
Tak hanya rumah subsidi, program bedah rumah di Kabupaten Brebes juga mencatat lonjakan tajam. Pada 2025 program itu hanya menyasar 20 unit rumah. Tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 600 unit.
“Dulu tahun 2025 bedah rumah di Brebes berapa? Dua puluh. Tahun ini 600. Jadi naiknya 30 kali lipat,” tegas Maruarar.
Peningkatan kuota ini menjadi bagian dari percepatan program nasional penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sekaligus memperkuat sektor ekonomi daerah melalui pembiayaan perumahan.
Gubernur Ahmad Luthfi: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Penanganan RTLH
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam percepatan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Menurutnya, program bedah rumah menjadi langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan perumahan merupakan bagian dari pelayanan dasar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa. Harus bareng-bareng,” ujar Luthfi.
Pemprov Jateng terus memperkuat program bedah rumah di 35 kabupaten/kota. Fokusnya pada peningkatan kualitas hunian warga berpenghasilan rendah.
Maruarar bahkan menyinggung komunikasi Pemprov Jateng yang terus meminta tambahan kuota program perumahan kepada pemerintah pusat. “Ini sudah bagus Pak Gub. Sudah ada segini, minta nambah segini. Nanti kita kasih tambahan,” ucapnya disambut tawa hadirin.