Pencarian

Fraksi PDIP Gelar Wilujengan di Rumah Pahlawan Slamet Riyadi Solo, Anggaran Rehabilitasi Capai Rp 1 Miliar

Kamis, 21 Mei 2026 • 13:06:38 WIB
Fraksi PDIP Gelar Wilujengan di Rumah Pahlawan Slamet Riyadi Solo, Anggaran Rehabilitasi Capai Rp 1 Miliar
Fraksi PDIP DPRD Kota Solo menggelar wilujengan sebagai doa bersama sebelum rehabilitasi Rumah Pahlawan Slamet Riyadi dimulai.

SOLO — Proses rehabilitasi Rumah Pahlawan Ignatius Slamet Riyadi di Kota Solo memasuki babak baru. Fraksi PDIP DPRD Kota Surakarta menginisiasi tradisi wilujengan sebagai doa bersama sebelum Dinas Pekerjaan Umum (PU) memulai pekerjaan fisik.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Solo, YF Sukasno, mengatakan kegiatan itu digagas secara swadaya dan gotong royong. Tidak ada alokasi anggaran khusus untuk acara seremonial.

“Kami koordinasi dengan PU dan meminta izin agar Fraksi PDI Perjuangan bisa mengadakan wilujengan secara gotong royong,” ujar Kasno saat ditemui wartawan.

Anggaran Rehabilitasi Capai Rp 1 Miliar Lebih

Dalam pembahasan anggaran sebelumnya, Fraksi PDIP mengusulkan dana rehabilitasi Rp300 juta dan telah disepakati bersama. Namun, Dinas PU menghitung kebutuhan ideal untuk merenovasi rumah bersejarah itu mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Kasno memahami kondisi efisiensi anggaran yang tengah berjalan. Ia berharap pada tahun 2027 nanti Pemerintah Kota Solo dapat melanjutkan rehabilitasi secara lebih menyeluruh.

Doa Bersama Dipimpin Mbah Ustadz

Wilujengan dihadiri tokoh masyarakat, sesepuh kampung, serta warga sekitar. Doa dan ujub dipimpin oleh ustaz setempat yang akrab disapa Mbah Ustadz.

“Dalam jagad Jawa, wilujengan itu intinya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya seluruh kegiatan pembangunan Rumah Pahlawan Ignatius Slamet Riyadi berjalan lancar. Semua yang terlibat manggih rahayu wilujeng, terhindar dari marabahaya, dan selesai sesuai jadwal yang direncanakan PU,” jelas Kasno.

Peninggalan Masa Kecil Jenderal Slamet Riyadi

Rumah tersebut memiliki nilai sejarah penting. Tempat itu menjadi lokasi masa kecil hingga remaja Jenderal Slamet Riyadi ditempa menjadi sosok pejuang berjiwa ksatria. Menurut penuturan sesepuh setempat, sejumlah barang peninggalan masih tersimpan di dalam rumah.

“Masih ada kamar, tempat tidur, meja belajar. Bahkan menurut penuturan Pak Gunawan, beberapa barang peninggalan beliau juga masih tersimpan,” ungkap Kasno.

Dilengkapi Literatur Sejarah untuk Generasi Z

Rumah pahlawan itu tidak hanya direnovasi secara fisik. Tempat ini juga akan dilengkapi berbagai literatur sejarah tentang Slamet Riyadi, Pertempuran Empat Hari di Solo, Tentara Pelajar, hingga tokoh-tokoh pejuang asal Solo.

“Rumah ini bisa menjadi tempat bagi generasi Z untuk lebih memahami sosok Pahlawan Slamet Riyadi. Beliau masih sangat muda, usia 19 tahun sudah memimpin pasukan dan memiliki jiwa kesatria,” jelas Kasno.

Dijaga Koramil hingga Grup 2 Kopassus

Pihaknya mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini ikut merawat rumah bersejarah tersebut. Mulai dari Koramil, Kodim, Grup 2 Kopassus, hingga keluarga besar Yayasan Universitas Slamet Riyadi yang rutin membantu menjaga kebersihan dan kelestarian rumah pahlawan itu.

Rehabilitasi tahap pertama dijadwalkan segera dimulai oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Solo setelah proses wilujengan rampung.

Bagikan
Sumber: mettanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks