SEMARANG — Ancaman banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah kembali muncul pada Sabtu (23/5) mulai pukul 12.00 hingga 16.00 WIB. BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang meminta warga dan pelaku usaha di lima kabupaten untuk waspada terhadap air laut pasang yang diperkirakan mencapai ketinggian maksimal 1 meter.
Lima Daerah yang Berpotensi Terdampak Rob
Prakirawan BMKG Retna Swasti Karini menyebutkan, banjir pasang air laut berpotensi terjadi di Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati. Wilayah-wilayah ini masuk dalam zona raban rob yang kerap terendam saat fenomena pasang maksimum berlangsung.
"Waspadai gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah dan juga banjir di sejumlah daerah di Pantura akibat rob yang masih berlangsung pukul 12.00-16.00 WIB," kata Retna dalam keterangan resminya.
Dampak: Pemukiman, Tambak, hingga Jalan Tergenang
Air pasang setinggi satu meter diprakirakan tidak hanya merendam pemukiman penduduk. Sawah, tambak, pasar tradisional, dan ruas jalan di kawasan pesisir juga terancam tergenang air laut.
Retna menambahkan, kondisi ini akan mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Mulai dari transportasi darat, proses bongkar muat barang di pelabuhan, hingga budidaya perikanan darat dan produksi garam rakyat.
Selain rob, BMKG juga mengingatkan adanya gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah yang mencapai 1,25-2,5 meter. Sementara di perairan utara, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 1-1,25 meter.
Ancaman bagi Aktivitas Pelayaran dan Nelayan
Gelombang tinggi di kedua perairan tersebut menjadi ancaman serius bagi aktivitas pelayaran. Kapal nelayan, tongkang, serta angkutan barang dan penumpang diminta waspada, terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot.
"Kondisi ini berbahaya bagi keselamatan pelayaran," ujar Retna.
Masyarakat pesisir dan pengguna jalur laut diimbau untuk memantau informasi cuaca maritim secara berkala. Nelayan kecil disarankan tidak memaksakan diri melaut hingga kondisi cuaca benar-benar membaik.