SEMARANG — Puluhan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar kampanye kesetaraan gender melalui program bertajuk “Next Gen Leader”. Program ini menyasar generasi muda di Kota Semarang untuk mendorong pemahaman tentang kepemimpinan yang inklusif dan setara.
Inisiatif ini muncul dari keprihatinan mahasiswa terhadap masih adanya stereotip gender di lingkungan kampus dan masyarakat. “Next Gen Leader” dirancang sebagai ruang diskusi dan aksi nyata bagi pemuda untuk menyuarakan kesetaraan tanpa memandang jenis kelamin.
Apa yang Dibahas dalam Kampanye “Next Gen Leader”?
Kampanye ini tidak hanya berhenti pada seminar. Para mahasiswa juga menggelar diskusi interaktif dan simulasi kepemimpinan yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang. Mereka membahas tantangan yang dihadapi perempuan dalam dunia kepemimpinan dan bagaimana peran laki-laki sebagai sekutu dalam mewujudkan kesetaraan.
Materi yang diangkat mencakup isu bias gender di dunia kerja, representasi perempuan dalam posisi strategis, hingga pentingnya kebijakan ramah gender di institusi pendidikan. Para peserta diajak untuk menyusun rencana aksi kecil yang bisa diterapkan di lingkungan masing-masing.
Mengapa Generasi Muda Semarang Jadi Sasaran Utama?
Pemilihan generasi muda sebagai sasaran bukan tanpa alasan. Mahasiswa USM menilai bahwa perubahan pola pikir soal kesetaraan gender harus dimulai sejak dini. Generasi muda dianggap sebagai agen perubahan yang paling potensial untuk menyebarkan nilai-nilai inklusif ke komunitas yang lebih luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh kapasitas dan integritas seseorang,” ujar salah satu penggagas program kepada redaksi. Ia menambahkan bahwa pendidikan soal kesetaraan gender masih sangat minim di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Dampak yang Diharapkan dari Program Ini
Ke depannya, para mahasiswa berharap “Next Gen Leader” bisa menjadi program berkelanjutan yang diadopsi oleh organisasi kemahasiswaan lain di Semarang. Mereka juga menargetkan adanya pendampingan bagi pemuda yang ingin mendirikan forum diskusi serupa di kampus masing-masing.
Dengan adanya kampanye ini, kesadaran tentang kesetaraan gender diharapkan tidak lagi menjadi wacana, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam sikap dan tindakan sehari-hari generasi muda di Kota Semarang.