JAKARTA — Nanik S Deyang kini mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pelantikan itu menjadi babak baru dalam kariernya yang panjang, dari ruang redaksi hingga tim pemenangan capres-cawapres.
Dari Ruang Redaksi ke Istana Negara
Sebelum menjabat di BGN, Nanik dikenal sebagai jurnalis senior dengan pengalaman puluhan tahun. Ia meliput berbagai peristiwa nasional dan membangun jaringan luas di kalangan elite politik. Peralihan kariernya dari wartawan menjadi birokrat dan politikus menjadi sorotan.
Pengalamannya sebagai anggota tim sukses Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 dan 2024 memperkuat posisinya di lingkaran kekuasaan. Kiprahnya di tim pemenangan membuatnya akrab dengan isu-isu strategis nasional, termasuk kebijakan pangan dan gizi yang kini menjadi tanggung jawabnya.
Jejak di Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet
Nama Nanik S Deyang sempat menjadi perbincangan hangat pada 2018. Ia diperiksa oleh penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) yang dilakukan Ratna Sarumpaet. Kala itu, Ratna mengaku dianiaya di Bandung, namun fakta kemudian membantah pengakuan tersebut.
Pemeriksaan terhadap Nanik dilakukan untuk mendalami keterlibatan sejumlah pihak dalam penyebaran informasi yang menimbulkan kegaduhan politik. Meski demikian, Nanik tidak pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Fakta Singkat Rekam Jejak Nanik S Deyang
- Berpengalaman sebagai jurnalis senior di sejumlah media nasional.
- Pernah menjadi bagian dari tim sukses Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 dan 2024.
- Diperiksa sebagai saksi dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet oleh Bareskrim Polri pada 2018.
- Resmi dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada periode pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Arti Strategis Jabatan Kepala BGN
Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki peran krusial dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan pangan dan gizi di Indonesia. Dengan latar belakang Nanik sebagai jurnalis dan politikus, publik menaruh harapan besar pada kemampuannya menjembatani komunikasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
Penunjukan Nanik dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan dan perbaikan gizi. Rekam jejaknya yang panjang diyakini menjadi modal berharga dalam menjalankan tugas ke depan.