Pencarian

BYD Uji Coba Teknologi Dual Mode di Jalur Medan-Berastagi, Klaim Konsumsi BBM 65 Km/Liter

Kamis, 04 Juni 2026 • 09:22:31 WIB
BYD Uji Coba Teknologi Dual Mode di Jalur Medan-Berastagi, Klaim Konsumsi BBM 65 Km/Liter
PT BYD Motor Indonesia menguji teknologi Dual Mode di jalur Medan-Berastagi sepanjang 150 km.

JAWA TENGAH — Setelah diperkenalkan di Jakarta pada Mei lalu, PT BYD Motor Indonesia membawa teknologi Dual Mode (DM) ke Sumatera Utara. Dalam acara bertajuk BYD DM Technology Roadshow, pabrikan asal China ini menguji ketangguhan sistem hybrid andalannya di jalur menantang khas dataran tinggi, Rabu (3/6).

Rute yang ditempuh sepanjang kurang lebih 150 kilometer dengan durasi sekitar 6 jam ini dimulai dari BYD Arista Cemara di Medan, menuju Gundaling Farmstead di Berastagi, lalu melewati Pancur Batu, dan kembali ke pusat kota Medan. Jalan ini dipilih karena mewakili karakter mobilitas Indonesia yang kompleks—mulai dari kemacetan stop-and-go perkotaan, jalur antar-kota, hingga tanjakan curam dan tikungan tajam.

Filosofi Electric-First dan Sistem G.A.S.S.

Berbeda dengan hybrid konvensional yang masih bertumpu pada mesin bensin, BYD DM dikembangkan dengan pendekatan electric-first. Motor listrik bertindak sebagai penggerak utama untuk memberikan akselerasi instan dan senyap. Mesin pembakaran dalam (engine) hanya bekerja cerdas sebagai pendukung, terutama saat perjalanan jarak jauh.

Dalam kesempatan ini, BYD memaparkan filosofi G.A.S.S. yang menjadi representasi teknologi teranyar mereka. "G" untuk Gesit, merujuk pada respons tenaga instan dan halus. "A" untuk Andal, berkat adaptasi sistem terhadap kontur jalan dinamis dan proteksi Blade Battery. "S" pertama untuk Senyap, dengan tingkat kebisingan kabin rendah (low NVH). "S" kedua untuk Super Irit, yang mampu mencatatkan konsumsi bahan bakar hingga 65 km/liter.

Berdasarkan simulasi perjalanan, biaya energi yang dihabiskan hanya setara Rp300 per kilometer. Angka ini menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang mencari efisiensi operasional tinggi.

Potensi Sumatera Utara sebagai Pusat Pertumbuhan NEV

President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengungkapkan bahwa Sumatera Utara memiliki potensi strategis untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan kendaraan energi baru (NEV) di Indonesia. Saat ini, lebih dari 2.500 pengguna kendaraan BYD dan DENZA tercatat di provinsi tersebut.

"Melalui teknologi DM, kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang melengkapi pertumbuhan pasar NEV agar semakin meluas dan inklusif. Teknologi ini menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta kemudahan akses dan biaya operasional yang relevan dengan daya beli masyarakat di berbagai lapisan pasar tanah air," ujar Eagle Zhao.

Edukasi Pasar Lewat Pengalaman Langsung

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menegaskan bahwa edukasi pasar terbaik adalah melalui pengalaman langsung. Menurutnya, elektrifikasi tidak hanya ditujukan untuk kota besar di Pulau Jawa, tetapi juga menjadi solusi adaptif untuk perjalanan lintas kota dan regional dengan medan lebih berat.

"Kami menghadirkan teknologi BYD DM di Medan agar masyarakat dapat merasakan langsung bagaimana flexible powertrain BYD bekerja dalam kondisi nyata," tutur Luther.

Secara nasional, pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia tercatat melonjak dari kurang dari 1% pada 2022 menjadi 20% pada kuartal pertama 2026, khususnya di segmen kendaraan penumpang. BYD sendiri telah mengaspalkan lebih dari 90.000 unit kendaraan listrik di Indonesia.

Bagikan
Sumber: analisadaily.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks