Pencarian

Harga Cabai dan Bawang Melonjak di Jawa Tengah, Inflasi April 2025 Tetap Terkendali di Bawah 3,5 Persen

Sabtu, 06 Juni 2026 • 12:02:01 WIB
Harga Cabai dan Bawang Melonjak di Jawa Tengah, Inflasi April 2025 Tetap Terkendali di Bawah 3,5 Persen
Harga cabai rawit di Semarang naik menjadi Rp65.000 per kilogram pada April 2025.

SEMARANG — Lonjakan harga cabai rawit dan bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah dalam sepekan terakhir tidak menggoyahkan stabilitas inflasi daerah. Berdasarkan rilis BPS Jateng, inflasi bulanan (month to month) pada April 2025 tercatat 0,21 persen, sementara inflasi tahun kalender mencapai 1,15 persen.

Kepala BPS Jawa Tengah, Dadang Hardiwan, mengatakan bahwa kenaikan harga dua komoditas tersebut tertahan oleh stabilitas harga beras, minyak goreng, dan tarif angkutan yang cenderung turun. "Harga cabai rawit naik hingga 18 persen secara bulanan, tapi beras medium justru mengalami deflasi 0,8 persen," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (5/5/2025).

Cabai dan Bawang Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar

Komoditas cabai rawit menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,12 persen. Di pasar tradisional Semarang, harga cabai rawit merah tembus Rp 65.000 per kilogram, naik dari Rp 55.000 pada akhir Maret. Bawang merah juga mencatat kenaikan 12 persen menjadi Rp 42.000 per kilogram.

Kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari sentra produksi di Brebes dan Magelang akibat cuaca ekstrem. "Panen raya mundur dua pekan karena hujan berkepanjangan. Stok di tingkat petani menipis," jelas Dadang.

Inflasi Inti Terjaga, Daya Beli Masyarakat Stabil

Meski harga pangan bergejolak, inflasi inti Jawa Tengah justru melambat ke angka 2,1 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan harga dari sisi permintaan masih rendah. Sektor perumahan, listrik, dan transportasi tercatat tidak mengalami kenaikan signifikan.

Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah sebelumnya memperkirakan inflasi daerah akan berada di kisaran 2,5 hingga 3,5 persen sepanjang 2025. Realisasi hingga April masih konsisten dengan proyeksi tersebut. "Kami optimistis inflasi tetap terkendali, terutama dengan operasi pasar yang digencarkan pemda," ujar Kepala BI Jateng, Rahmat Dwisaputra.

Operasi Pasar dan Gerakan Tanam Cabai Jadi Antisipasi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bulog dan Dinas Perdagangan telah menggelar operasi pasar di 12 kabupaten/kota sejak pertengahan April. Fokus utama adalah menekan harga cabai dan bawang merah dengan menjual langsung ke pedagang pasar sebesar harga pokok penjualan.

Selain itu, Dinas Pertanian Jateng mendorong gerakan tanam cabai serentak di lahan pekarangan rumah tangga. Targetnya, 500.000 polybag cabai siap panen pada Juni mendatang untuk mengantisipasi lonjakan harga saat Iduladha.

Bagikan
Sumber: suaramerdeka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks