Analis Kebencanaan BPBD Batang, Kholif Rahmawan, menegaskan pelatihan ini dirancang sejak lama untuk memperkuat koordinasi antarsukarelawan. Menurutnya, pemahaman dan prosedur yang seragam menjadi kunci dalam setiap operasi kemanusiaan.
Dua Materi Inti: CSR dan BHD
Materi pertama, Confined Space Rescue (CSR), disampaikan oleh tim SAR Bumi Santri. Teknik ini mencakup evakuasi dari ruang tertutup seperti sumur, tangki, atau gorong-gorong yang kerap menjadi tantangan di daerah.
Sementara itu, materi Bantuan Hidup Dasar (BHD) diberikan oleh pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Kholif menjelaskan, kemampuan BHD wajib dimiliki setiap relawan karena menjadi keterampilan pertama yang dibutuhkan saat menemukan korban bencana atau kecelakaan.
Menyatukan Visi di Lapangan
Kholif mengakui, selama ini relawan datang dari latar belakang organisasi berbeda dengan metode masing-masing. "Tujuannya untuk menyatukan visi dan misi relawan di Kabupaten Batang sekaligus menjadi ajang silaturahmi," ujarnya.
Pelatihan berlangsung dari pagi hingga sore. Para peserta mengikuti simulasi langsung teknik evakuasi dan penanganan korban sebelum mendapat pertolongan medis lanjutan.
Garda Terdepan Hadapi Bencana
BPBD Batang menilai keberadaan relawan terlatih menjadi kebutuhan mendesak, terutama di tengah potensi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda pesisir dan perbukitan Batang. Dengan standar yang seragam, koordinasi saat tanggap darurat diharapkan berjalan lebih cepat dan efektif.