JAWA TENGAH — Kritik keras terhadap Ferrari Luce EV pertama kali dilontarkan oleh Luca Di Montezemolo, yang memimpin Ferrari selama dua dekade. Dalam wawancara dengan Politico, ia mengaku prihatin dengan arah desain yang diambil oleh pabrikan yang pernah ia besarkan. "Kita berisiko menghancurkan sebuah legenda, dan saya benar-benar menyesal akan hal itu," ujarnya.
Puncak kekesalan Montezemolo terlihat saat ia menyebut desain Luce EV sangat buruk. "Setidaknya, ini jelas mobil yang tidak akan ditiru oleh pabrikan-pabrikan Cina," sindirnya. Ia menambahkan bahwa jika ia benar-benar jujur, pernyataannya justru akan merugikan Ferrari. "Saya harap mereka setidaknya melepas logo kuda jingkrak dari mobil tersebut," tegasnya dengan nada frustrasi.
Sentuhan Desainer iPhone pada Ferrari Pertama Bertenaga Baterai
Luce EV merupakan garapan dari LoveFrom, studio desain yang didirikan Jony Ive dan Marc Newson—duo di balik desain ikonik iPhone dan Apple Watch. Hasil kolaborasi ini menghasilkan mobil dengan konsep "glass house" yang minim garis tegas, ditambah sayap aerodinamis melayang di bagian depan dan belakang. Pintu belakangnya pun mengadopsi gaya suicide doors ala Rolls-Royce.
Secara visual, proporsi Luce EV benar-benar berbeda dari mobil Ferrari mana pun. Velgnya berukuran raksasa: 23 inci di depan dan 24 inci di belakang—yang terbesar yang pernah dipasang pada mobil jalan raya buatan Ferrari. Kaki-kaki kokoh dirancang untuk menopang dimensi mobil yang impresif.
Performa 1.035 HP Tak Cukup Meredam Kontroversi Desain
Meski tampil kontroversial, Luce EV tetap dibekali performa gila yang menjadi DNA Ferrari. Motor listrik depan menghasilkan 282 HP, sementara motor belakang menyumbang 831 HP. Jika digabungkan dalam mode "Boost", total tenaga mencapai 1.035 HP. Akselerasi 0-100 km/jam hanya butuh 2,5 detik—setara dengan mobil sport bensin paling kencang sekalipun.
Ferrari memastikan seluruh komponen Luce EV diproduksi secara mandiri (in-house). Kebijakan ini diambil untuk menjaga ketersediaan suku cadang jangka panjang dan nilai jual kembali kendaraan.
Harga Rp12 Miliar, Pemesanan Eropa Akhir Tahun Ini
Peluncuran Luce EV untuk pasar global sudah dimulai. Opsi pemesanan di Eropa dibuka mulai akhir tahun ini dengan banderol sekitar 520 ribu euro atau setara Rp12 miliar (kurs estimasi Rp23.000 per euro). Negara-negara di luar Eropa baru akan menerima unitnya pada tahun depan.
Kritik dari mantan petinggi Ferrari ini memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar: apakah Ferrari berhasil berinovasi atau justru kehilangan jati diri? Satu hal yang pasti, Luce EV telah menjadi mobil listrik paling kontroversial yang lahir dari pabrikan legendaris Italia tersebut.