KLATEN — Tujuh warga di Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, mengalami keluhan tenggorokan gatal dan batuk usai mengonsumsi minyak goreng kemasan merek MinyaKita. Pemerintah desa setempat langsung bergerak cepat dengan menarik seluruh produk yang diduga terkontaminasi bau minyak tanah.
Penarikan Total Termasuk Minyak yang Sudah Dipakai
Pemdes Prawatan tidak hanya menarik paket MinyaKita yang belum dibuka. Langkah penarikan juga menyasar sisa minyak yang sudah digunakan warga dan yang telah dipindahkan ke wadah lain.
“Kami tarik semuanya, termasuk yang sudah dipakai. Ini untuk menghindari risiko yang lebih besar,” ujar perangkat desa setempat.
7 Warga Alami Gangguan Saluran Napas
Keluhan yang muncul meliputi rasa gatal di tenggorokan dan batuk-batuk setelah mengonsumsi minyak tersebut. Diduga, kontaminasi bau minyak tanah menjadi penyebab utama gangguan kesehatan yang dialami warga.
Hingga saat ini, belum ada laporan warga yang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, Pemdes Prawatan terus memantau kondisi para korban.
Langkah Pencegahan Risiko Kesehatan Lebih Luas
Penarikan massal ini merupakan bagian dari upaya pencegahan agar kontaminasi tidak menyebar ke lebih banyak warga. Pemerintah desa mengimbau warga yang masih menyimpan MinyaKita dengan ciri-ciri serupa untuk segera melapor.
“Jangan digunakan dulu. Laporkan ke kami, nanti akan kami ganti atau tarik,” tambah perangkat desa.
Peristiwa ini menambah daftar temuan MinyaKita bermasalah di sejumlah daerah. Warga diharapkan lebih teliti sebelum membeli dan segera melapor jika menemukan kejanggalan pada produk yang beredar.