JEPARA — Warga Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, kini bisa bernapas lega. Pasokan air bersih yang sempat tersendat akibat rusaknya infrastruktur meteran dan instalasi pendukung, perlahan kembali normal setelah PLN UIK Tanjung Jati B turun tangan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan listrik milik negara itu merampungkan revitalisasi jaringan air bersih di kawasan Ring 1 PLTU Tanjung Jati B pada Kamis (18/6/2026). Sebanyak 104 unit meteran air dirawat, 21 unit meteran rusak diganti baru, dan 104 unit pondasi serta cover meteran dibangun sesuai standar PDAM.
Apa yang Membuat Jaringan Air Bersih di Desa Bondo Terganggu?
Jaringan air bersih di desa ini sebenarnya sudah lama dimanfaatkan warga. Namun, seiring waktu, fasilitas pendukung mengalami degradasi. "Usia pemakaian, kondisi lingkungan, dan kerusakan fisik membuat pencatatan penggunaan air tidak akurat dan pelayanan menurun," jelas manajemen PLN dalam keterangannya.
Ketidakakuratan pencatatan ini menjadi masalah tersendiri. Selain menyulitkan pengelola PAMSIMAS, warga juga kerap menerima tagihan yang tidak sesuai dengan pemakaian riil. Kondisi itu memicu keluhan dan menurunkan kepercayaan terhadap sistem pengelolaan air bersih desa.
PLN: Bukan Sekadar Perbaikan Sarana, Tapi Jaminan Keberlanjutan
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, menegaskan program ini dirancang untuk jangka panjang. "Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Kami ingin memastikan fasilitas yang sudah ada dapat kembali berfungsi secara optimal, sehingga masyarakat memperoleh layanan yang lebih baik dan berkelanjutan," ujar Andi.
Menurutnya, revitalisasi tidak berhenti pada pemasangan meteran baru. PLN juga memastikan seluruh instalasi terlindungi dengan cover meteran dan pondasi yang kokoh. "Dengan perbaikan meteran, perlindungan instalasi, serta penyesuaian sarana pendukung, sistem pengelolaan air bersih masyarakat dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan," tambahnya.
Dari Pemetaan hingga Pemasangan: Tahapan yang Dilalui
Pelaksanaan program melewati beberapa tahapan. Tim PLN terlebih dahulu melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan, berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Bondo dan pengelola PAMSIMAS. Setelah itu, proses perawatan, penggantian, dan pemasangan fasilitas pendukung dilakukan secara bertahap.
Pendekatan ini dipilih agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. "Kami tidak ingin sekadar memberikan barang, tapi memastikan infrastruktur ini bisa dikelola dan dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh warga," kata Andi.
Dampak Langsung untuk Warga dan Target SDGs
Dengan berfungsinya kembali 104 meteran air, warga Desa Bondo kini bisa menikmati layanan air bersih yang lebih andal dan tertata. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen PLN terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Secara lebih luas, revitalisasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, SDG 11 tentang Permukiman Berkelanjutan, dan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. PLN UIK Tanjung Jati B menegaskan perannya tidak hanya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.