JAWA TENGAH — Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), mengoperasikan pengiriman perdana ini dengan menggandeng PT Pulau Laut Line sebagai penyedia kapal. Sebanyak 180 kontainer 20 feet yang diberangkatkan berisi alumina, produk olahan kelapa, dan kelapa bulat tujuan Malaysia, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, serta Taiwan.
“Pelepasan ekspor perdana menggunakan petikemas melalui Terminal Kijing Mempawah menjadi langkah Pelindo dalam memperkuat konektivitas logistik nasional, mendorong investasi, dan membuka akses pasar global bagi komoditas unggulan Kalimantan Barat,” ujar Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Eksportir Kirim Alumina hingga Kelapa ke Lima Negara
Dari Pelabuhan Kijing, PT Borneo Alumina Indonesia mengirimkan 12 kontainer alumina hydroxide ke Pasir Gudang, Malaysia. PT Unicoco Industries Indonesia turut mengekspor dua kontainer dedicated coconut ke tujuan yang sama, sementara PT Ferrindo memberangkatkan 10 kontainer kelapa bulat menuju Yangpu, Tiongkok.
Sementara dari kawasan Tayan, PT Indonesia Chemical Alumina mengirimkan 150 kontainer dengan tujuan Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Total volume ekspor perdana ini mencapai 180 kontainer dalam satu kali pengiriman.
Direktur Komersial Pelindo Farid Padang menyebut pihaknya akan menyediakan kapal berkapasitas lebih besar, menambah crane baru, serta memperpanjang dermaga Terminal Kijing untuk mengakomodasi peningkatan volume ekspor ke depan. “Hari ini di Pelabuhan Kijing-Mempawah, kita melakukan ekspor perdana dengan jumlah kontainer sebanyak 180. Kami akan menyediakan kapal-kapal yang lebih besar, crane baru, serta melakukan pemanjangan dermaga,” jelas Farid.
Biaya Logistik Terpangkas, Waktu Kirim Lebih Cepat
General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak Yanto menuturkan, kehadiran layanan ekspor langsung dari Terminal Kijing memotong biaya angkutan darat yang sebelumnya harus dikirim ke pelabuhan di luar Kalbar. “Eksportir tidak lagi bergantung pada pelabuhan di luar Kalimantan Barat. Biaya angkutan darat menjadi lebih efisien, sementara waktu pengiriman juga lebih singkat,” kata Yanto.
Untuk rute Pasir Gudang, kapal melayani direct call, sementara komoditas tujuan Tiongkok dapat dikirim lebih cepat tanpa harus transit di pelabuhan lain. Efisiensi ini diyakini akan meningkatkan daya saing produk Kalbar di pasar global.
Gubernur Dorong Percepatan Akses Jalan dan Investasi
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan yang hadir langsung dalam pelepasan ekspor perdana mengapresiasi langkah Pelindo. Ia berharap Terminal Kijing bisa berkembang menjadi pusat ekspor-impor yang menyerap tenaga kerja lokal. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat komitmen dalam mendukung pengembangan pelabuhan melalui penciptaan iklim investasi yang kondusif, percepatan perizinan, serta peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal,” tegas Ria.
Pemprov juga berjanji mempercepat pembangunan akses jalan menuju Terminal Kijing agar rantai logistik semakin lancar. Pelepasan ekspor ini dihadiri jajaran regulator termasuk Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalbar Budi Harjanto, Kepala KSOP Kelas I Pontianak Capt. Dian Wahdiana, serta perwakilan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.