Pencarian

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Targetkan Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas demi Tarik Industri dari Vietnam

Kamis, 02 Juli 2026 • 00:15:01 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Targetkan Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas demi Tarik Industri dari Vietnam
Gubernur Ahmad Luthfi menargetkan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas untuk meningkatkan kapasitas logistik Jawa Tengah.

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan diri menjadi pusat industri padat karya baru dengan target utama merebut investasi yang mulai meninggalkan Vietnam. Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa potensi ini harus dikawal dengan penguatan infrastruktur logistik, terutama revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang saat ini baru melayani 30 persen arus kontainer daerah.

Investasi Rp 110 Triliun Sepanjang 2025, Serap 274.000 Tenaga Kerja

Realisasi investasi di Jawa Tengah pada triwulan I 2026 telah mencapai Rp 23 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 92.000 orang. Angka ini melanjutkan tren positif sepanjang 2025 yang mencatat investasi Rp 110 triliun dan menyerap sekitar 274.000 tenaga kerja.

"Di saat keterbatasan fiskal dan situasi geopolitik seperti sekarang, kita harus mampu menjual potensi Jawa Tengah untuk menarik investasi," kata Gubernur Ahmad Luthfi di Semarang, Rabu.

Peluang Besar dari Relokasi Industri Vietnam

Menurut Gubernur, Jawa Tengah berpotensi menjadi pusat industri padat karya untuk bersaing langsung dengan Vietnam yang mulai jenuh. "Di Vietnam sudah mulai penuh. Ada investor yang akan menarik beberapa industri padat karya dari Vietnam ke Jawa Tengah," ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan saat menerima kunjungan kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI. Ia meminta dukungan BKSAP untuk memperluas akses pasar internasional dan memperkuat infrastruktur logistik guna meningkatkan daya saing investasi daerah.

Krisis Logistik: 70 Persen Kontainer Jateng Masih Bergantung ke Pelabuhan Luar Daerah

Persoalan logistik menjadi tantangan utama. Kebutuhan logistik kontainer nasional mencapai sekitar 10 juta per tahun, dengan sekitar 7 juta di antaranya berasal dari Jawa Tengah. Namun, baru sekitar 30 persen arus kontainer Jateng yang dilayani melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

"Sisanya, sekitar 70 persen, masih bergantung pada pelabuhan di Jawa Timur dan Jakarta," kata Gubernur. Ia mendorong percepatan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan jika perlu membuka pelabuhan baru di Kendal, Batang, Rembang, maupun Cilacap.

"Kalau itu belum memungkinkan, kami siapkan 'dry port' di Kendal dan Batang," tambahnya.

Pasar Eropa Terbuka Lebar Lewat Perjanjian Dagang Indonesia-Uni Eropa

Wakil Ketua BKSAP DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh menambahkan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk memperluas pasar ekspor, terutama setelah perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa mulai berlaku efektif pada 2027.

"Penghapusan tarif berbagai produk Indonesia ke pasar Uni Eropa akan membuka peluang baru bagi daerah, termasuk Jateng untuk meningkatkan ekspor," katanya.

Saat ini, BKSAP DPR RI memiliki grup kerja sama bilateral dengan 102 negara yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi investasi, perdagangan, maupun produk unggulan daerah ke pasar internasional.

Bagikan
Sumber: jateng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks