SEMARANG — Sebanyak 1.645 mahasiswa KKN UGM resmi mendapat pembekalan sebelum diterjunkan ke berbagai kecamatan di Jawa Tengah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Nadi Santoso, menyebut kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan berbasis wilayah.
“Kami meyakini kehadiran 1.645 mahasiswa KKN UGM akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Nadi saat membuka pembekalan secara daring, Kamis (2/7/2026).
Mengapa Kecamatan Jadi Sasaran Utama?
Nadi menjelaskan, kecamatan memiliki posisi strategis sebagai simpul koordinasi pemerintahan, pelayanan publik, dan penggerak pembangunan di tingkat lokal. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kecamatan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Program Kecamatan Berdaya lahir dari semangat membangun Jawa Tengah dimulai dari wilayah yang paling dekat dengan masyarakat. Para mahasiswa dituntut untuk menyelaraskan program kerja KKN dengan kebutuhan dan potensi di wilayah penugasan masing-masing.
Fokus Pengabdian: Dari UMKM hingga Perlindungan Perempuan dan Anak
Nadi mendorong mahasiswa untuk memfokuskan pengabdian pada sejumlah isu strategis. “Fokuskan pengabdian pada isu-isu strategis seperti penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penurunan kemiskinan, pencegahan stunting, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya.
Selain itu, pembangunan inklusif juga menjadi perhatian melalui empat komponen utama program. Yakni Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), perlindungan lansia dan penyandang disabilitas, Taruna Karya Mandiri atau Kartu Zilenial, serta Sport Center.
Pesan untuk Mahasiswa: Jaga Keselamatan dan Nama Baik Almamater
Dalam kesempatan yang sama, Nadi berpesan agar seluruh mahasiswa membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan. Ia juga mengingatkan untuk menjaga keselamatan, etika, serta nama baik almamater maupun pemerintah daerah selama mengabdi di masyarakat.
Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Djarot Heru Santoso, menyambut baik sinergi ini. “Terima kasih atas kerja sama semuanya, dan kami berharap mudah-mudahan nanti bisa kita lanjutkan dalam kegiatan KKN UGM pada periode-periode selanjutnya,” pungkas Djarot.
Perguruan Tinggi Lain Juga Ikut Berkolaborasi
Program Kecamatan Berdaya tidak hanya melibatkan UGM. Sejumlah perguruan tinggi lain telah aktif berkolaborasi dengan Pemprov Jateng, antara lain Udinus, Unika Soegijapranata, Unsoed, Undip, dan Polines. Langkah ini diharapkan mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan secara berkelanjutan.