Pencarian

Solo Resmi Jadi Pilot Project Nasional Penanganan Sampah Sungai, Target Angkat 1.000 Ton Sampah Plastik dari Kali Permulung

Minggu, 12 Juli 2026 • 11:01:01 WIB
Solo Resmi Jadi Pilot Project Nasional Penanganan Sampah Sungai, Target Angkat 1.000 Ton Sampah Plastik dari Kali Permulung
Pemasangan trash boom di Kali Permulung menandai awal program penanganan sampah plastik berbasis komunitas di Solo.

SOLO — Aliran Kali Permulung di Kota Solo menjadi laboratorium pertama penanganan sampah plastik berbasis komunitas. Pemerintah kota bersama UNDP Indonesia memulai implementasi Program #SungaiLestari dengan memasang sekat penahan sampah atau trash boom di dua titik strategis.

Kepala DLH Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho Adi, menjelaskan bahwa pemasangan sekat ini berfungsi ganda. Pertama, mengukur volume riil sampah yang masuk ke sungai. Kedua, menjadi dasar bagi mitra lokal—VEL dan BINTARI—untuk merancang sosialisasi dan edukasi yang lebih terukur kepada warga bantaran sungai.

Mengapa Kali Permulung Jadi Prioritas?

Pemilihan aliran sungai ini didasarkan pada karakteristik wilayahnya yang melintasi dua kecamatan padat penduduk. Sisi hulu di Laweyan dan sisi hilir di Serengan memiliki pola buangan sampah domestik yang berbeda. Intervensi di dua titik ini diyakini bisa memberikan data perbandingan yang akurat.

Menariknya, skema pengelolaan kali ini tidak mengikuti pola konvensional. Sampah yang diangkat dari sungai langsung diolah oleh mitra lokal setempat, tanpa perlu dikirim ke tempat pembuangan sementara (TPS). Sistem ini memangkas rantai logistik sekaligus mendorong ekonomi sirkuler di tingkat komunitas.

Target Nasional: 1.000 Ton Sampah dan Perubahan Perilaku

Nasional Project Koordinator Sekretariat TKN PSL, Ahmad Bahri Rambe, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar membersihkan sungai. "Kami berharap lima kota ini bisa menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah yang lebih baik. Program ini komprehensif, tidak hanya mengambil sampah di air tetapi juga mencegah kebocoran sampah dari darat ke sungai yang berujung ke laut," ujarnya.

Sistem evaluasi berbasis kinerja diterapkan untuk organisasi sipil lokal yang menjadi mitra. VEL dan BINTARI akan terus dipantau capaiannya selama program berjalan hingga 2027. Solo menjadi satu dari lima wilayah prioritas, mendampingi Surabaya, Sidoarjo, Bekasi, dan Bali.

Dampak Kesehatan: Dari Sungai Bersih ke Penurunan Stunting

Herwin menambahkan bahwa kebersihan sungai memiliki efek linier terhadap kesehatan warga. Lingkungan perairan yang bebas dari tumpukan sampah domestik dipercaya mampu meminimalisir berbagai penyakit berbasis lingkungan. "Pada akhirnya ikut berkontribusi dalam menekan angka stunting melalui penyediaan sanitasi yang higienis," katanya.

Peluncuran perdana di Pendopo Kecamatan Laweyan turut melibatkan lintas sektor. Mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Clean Rivers, Komunitas Joko Tingkir, akademisi, hingga perwakilan swasta. Acara juga diisi pameran booth yang menampilkan inovasi pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Program #SungaiLestari menjadi ujian bagi Solo untuk membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga internasional, dan komunitas lokal mampu menghasilkan solusi konkret atas persoalan sampah plastik yang selama ini menjadi momok bagi ekosistem perairan di Indonesia.

Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks