Pencarian

3.663 Anak dari Keluarga Kurang Mampu di Jawa Tengah Diterima Lewat Program Sekolah Kemitraan, Gubernur Ahmad Luthfi: Ora Usah Minder

Senin, 13 Juli 2026 • 13:16:29 WIB
3.663 Anak dari Keluarga Kurang Mampu di Jawa Tengah Diterima Lewat Program Sekolah Kemitraan, Gubernur Ahmad Luthfi: Ora Usah Minder
Gubernur Ahmad Luthfi menyambut hangat 3.663 siswa dari keluarga kurang mampu yang diterima melalui Program Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah.

SEMARANG — Senyum Rafa Fidianto mengembang saat ia memakai seragam SMA untuk pertama kalinya, Senin (13/7/2026). Putra seorang pengemudi ojek itu nyaris gagal melanjutkan sekolah karena nilainya belum memenuhi syarat di sekolah negeri. Kini, ia duduk di bangku SMA Laboratorium UPGRIS, Kota Semarang, berkat program yang digagas Pemprov Jawa Tengah.

Dari Anak Angkringan hingga Buruh Tini Kini Bisa Sekolah

Rafa hanya satu dari ribuan anak yang akhirnya mendapatkan akses pendidikan. Gubernur Ahmad Luthfi menyapa langsung sejumlah siswa baru pada hari pertama masuk sekolah. Dalam percakapan itu, Rafa mengaku bercita-cita menjadi prajurit TNI untuk membanggakan orang tuanya.

“Saya sempat daftar ke sekolah negeri, tetapi nilainya belum cukup. Sekarang saya senang bisa sekolah di sini dan punya banyak teman,” ujar Rafa.

Kisah serupa datang dari Noval Surya Saputra. Ia datang ke sekolah didampingi ibunya, Mutiari Setyawati, dari Bandungan. Sejak ayah Noval tiada, keluarga kecil itu mengandalkan penghasilan pas-pasan. Mutiari mengaku terus memotivasi putranya agar tidak minder setelah sempat mengalami tekanan akibat perpisahan orang tua.

“Alhamdulillah kami sangat terbantu. Sebagai orang tua, saya terus memotivasi anak agar jangan sampai minder,” kata Mutiari.

Buruh Tani dengan Penghasilan Rp 70 Ribu per Hari Kini Bisa Napas Lega

Di sudut lain sekolah, seorang ibu yang bekerja sebagai buruh tani tak kuasa menahan haru. Dengan penghasilan Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu per hari, ia nyaris tak sanggup membiayai anak ketiganya yang tumbuh tanpa ayah. Program Sekolah Kemitraan menjadi jawaban atas kegelisahan itu.

“Alhamdulillah, anak saya bisa sekolah dan masih mau sekolah. Harapan saya, anak saya bisa hidup lebih ringan dan tidak seperti ibunya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Angka Penerimaan Melonjak, 139 Sekolah Swasta Digandeng

Pada tahun ajaran ini, Pemprov Jawa Tengah menggandeng 56 SMA dan 83 SMK swasta. Dari total 3.663 siswa yang diterima, 1.063 di antaranya duduk di bangku SMA dan 2.600 siswa di SMK. Di Kota Semarang sendiri, 51 siswa diterima di tiga sekolah mitra: SMA Laboratorium UPGRIS, SMK Bina Nusantara, dan SMK Ibu Kartini.

Selain bebas biaya sekolah, 55 siswa juga menerima bantuan perlengkapan sekolah dan sepatu. Sementara itu, orang tua mereka mendapatkan paket sembako dari Baznas Jawa Tengah.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab negara untuk memberikan jaminan dan kepastian pendidikan bagi mereka,” ujar Luthfi.

Pesan Gubernur: Sekolah Harus Ramah, Bukan Menakutkan

Ahmad Luthfi mengingatkan para kepala sekolah dan guru agar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung aman dan bebas dari perpeloncoan. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan, bukan menimbulkan rasa minder pada siswa baru.

“Tidak ada lagi perpeloncoan, tidak ada lagi perundungan, apalagi sampai menimbulkan rasa minder. Sekolah tidak menakutkan, tetapi harus menjadi tempat yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman,” katanya.

Di hadapan para siswa, Luthfi berpesan agar mereka tidak pernah malu dengan latar belakang ekonomi orang tuanya. “Boleh kita punya sekolah yang berbeda. Boleh kita punya latar belakang yang berbeda, tetapi masa depan kalian yang menentukan. Ora usah berkecil hati, ora usah minder. Semangat!” pesannya.

Bagikan
Sumber: jatengpos.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks