Pencarian

Kemenkop dan Kementan Gelar Rembuk Petani Tebu di Semarang, Targetkan Swasembada Gula Industri hingga Bioetanol

Rabu, 15 Juli 2026 • 20:15:01 WIB
Kemenkop dan Kementan Gelar Rembuk Petani Tebu di Semarang, Targetkan Swasembada Gula Industri hingga Bioetanol
Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menghadiri Rembuk Petani Tebu di Semarang, Jawa Tengah.

SEMARANG — Pemerintah pusat terus mempercepat transformasi koperasi petani tebu menjadi kelembagaan ekonomi yang profesional dan produktif. Hal ini diwujudkan melalui forum Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Dana Bergulir Koperasi yang dirangkai dengan Rembuk Petani Tebu Rakyat di Kota Semarang, Jawa Tengah. Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Dua Kementerian Satu Visi: Koperasi sebagai Pilar Industri Gula

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa LPDB Koperasi tidak sekadar menyalurkan dana bergulir, tetapi juga menjalankan program inkubasi dan pendampingan. “Kami memiliki BLU LPDB Koperasi sebagai lembaga yang akan mempercepat proses transformasi agar koperasi-koperasi petani tebu semakin produktif dan profesional,” ujar Ferry dalam sambutannya.

Ia menambahkan, hasil panen tebu dari koperasi nantinya akan di-offtake oleh PT PG Rajawali I. Gula yang dihasilkan kemudian diprioritaskan untuk dipasarkan melalui gerai-gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Sinergi ini, kata Ferry, merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional yang sejajar dengan BUMN dan swasta.

Target Swasembada: Dari Gula Konsumsi ke Bioetanol

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada gula konsumsi. Tantangan berikutnya adalah memenuhi kebutuhan gula industri dan bioetanol. “Arahan Presiden jelas, seluruh kebutuhan gula konsumsi maupun gula industri secara bertahap harus mampu dipenuhi dari dalam negeri,” tegas Sudaryono.

Ia menyebutkan bahwa kebutuhan bioetanol untuk program E10 dan E20 ke depan juga akan berasal dari tebu. Menurutnya, Indonesia memiliki lahan luas, tanah subur, dan petani yang rajin—hanya membutuhkan dukungan yang terintegrasi. “Kalau produktivitas per hektare dan rendemen terus meningkat, biaya produksi gula akan semakin rendah tanpa mengurangi pendapatan petani,” ujarnya.

Dana Bergulir dan Tata Kelola Koperasi Jadi Kunci

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menekankan posisi strategis koperasi sektor pertanian tebu dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. “Dengan kelembagaan yang kuat dan tata kelola yang profesional, koperasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat rantai pasok industri gula, serta meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Krisdianto.

Forum ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari pengurus dan manajer koperasi petani tebu dari empat provinsi. Mereka mendapatkan bimbingan teknis langsung terkait akses pembiayaan dan penguatan tata kelola koperasi agar lebih siap bersaing di industri gula nasional.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks