JAWA TENGAH — Pengunduran diri Fedorov disetujui Parlemen Ukraina bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan Perdana Menteri Yulia Svyrydenko yang memicu perombakan seluruh kabinet. Dalam pernyataan di Facebook, Fedorov menyebut pengabdiannya sebagai "suatu kehormatan besar" dan berjanji akan terus memperkuat pertahanan Ukraina melalui inovasi teknologi serta reformasi organisasi, meski tak merinci peran selanjutnya di pemerintahan.
Konflik dengan Panglima dan Kegagalan Reformasi Mobilisasi
Menurut anggota parlemen oposisi Yaroslav Zhelezniak, Presiden Zelensky mengungkapkan kepada fraksi partai Pelayan Rakyat bahwa Fedorov memiliki perselisihan berkepanjangan dengan Jenderal Syrskyi. "Pemimpin tersebut menyatakan bahwa ia tidak dapat memilih antara kedua pejabat tersebut, tetapi menekankan bahwa Fedorov belum mencapai hasil yang diharapkan dalam mereformasi sistem perekrutan militer," ujar Zhelezniak.
Seorang anggota parlemen dari partai berkuasa yang tak disebutkan namanya menegaskan bahwa alasan utama pergantian personel ini adalah konflik dengan komando militer dan kegagalan reformasi mobilisasi. Perselisihan itu meliputi sistem mobilisasi pasukan dan tata kelola angkatan darat yang dinilai tak kunjung membuahkan hasil sesuai target.
Kritik dari Mitra Internasional dan Kalangan Militer
Keputusan Zelensky memecat Fedorov mendapat kecaman keras. Mantan Duta Besar AS untuk Rusia, Michael McFaul, bersama sejumlah pendukung Ukraina sebelumnya telah mendesak presiden untuk mempertahankan Fedorov di Kementerian Pertahanan. "Pengangkatan Fedorov sebelumnya adalah salah satu keputusan Presiden Zelensky yang paling bijaksana. Pemecatannya bisa menjadi kesalahan besar," kata Maria Berlinska, relawan militer berpengaruh di Ukraina.
Analis Artem Bronzhukov dari Institut Politika menilai pergantian menteri pertahanan yang terus-menerus di tengah konflik berskala besar merupakan hal tak lazim. Ia menekankan reformasi yang diprakarsai Fedorov telah membuahkan hasil nyata, baik di garis depan maupun di bidang teknologi pertahanan.
Prestasi dan Suksesor yang Diharapkan
Selama menjabat, Fedorov, 35 tahun, dikenal sebagai motor modernisasi Kementerian Pertahanan. Ia mengadopsi manajemen berbasis teknologi, mereformasi pengadaan pertahanan, meningkatkan penggunaan drone, dan memperketat kontrol antikorupsi. Ukraina secara signifikan memperluas operasi serangan drone jarak jauh ke sasaran militer dan fasilitas energi Rusia.
Pada hari pengumuman mundurnya, Fedorov mengklaim Ukraina berhasil menguji rudal balistik baru dengan akurasi lebih tinggi dan biaya produksi lebih murah 30 persen. "Ini akan memungkinkan Ukraina memasuki level baru," ujarnya.
Sumber di Ukraina menyebut Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko menjadi kandidat terdepan untuk menduduki posisi Menteri Pertahanan dalam kabinet baru yang akan diajukan Zelensky ke Parlemen dalam waktu dekat.