Pencarian

Bupati Kebumen Panen Raya Padi 7,5 Ton per Hektare di Bumirejo Puring, Dorong Petani Beralih ke Mesin Modern

Jumat, 17 Juli 2026 • 12:36:01 WIB
Bupati Kebumen Panen Raya Padi 7,5 Ton per Hektare di Bumirejo Puring, Dorong Petani Beralih ke Mesin Modern
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memanen padi menggunakan mesin combine harvester di lahan Kelompok Tani Margo Utomo, Desa Bumirejo, Kecamatan Puring, yang menghasilkan 7,5 ton gabah per hektare.

KEBUMEN — Lahan seluas 10 hektare milik Kelompok Tani Margo Utomo di Desa Bumirejo, Kecamatan Puring, menghasilkan 7,5 ton gabah per hektare pada panen raya Kamis lalu. Bupati Lilis Nuryani yang turun langsung memanen menggunakan mesin combine harvester menyebut angka itu bukti efisiensi sistem corporate farming.

Petani Cukup Terima Hasil, Urusan Lahan Dikelola Kelompok

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Puring, Ludiyono, menjelaskan bahwa dalam sistem ini petani menyerahkan pengelolaan penuh kepada kelompok—mulai dari pengolahan tanah hingga panen. Keuntungan bersih dibagi sesuai luas lahan masing-masing setelah dipotong biaya produksi.

"Petani menyerahkan pengelolaan lahan kepada kelompok, mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan hingga panen. Setelah hasil penjualan dikurangi biaya produksi, keuntungan bersih dibagikan kepada masing-masing petani sesuai luas lahannya," ujar Ludiyono.

Modernisasi Alat: Antara Mesin dan Tradisi Manual

Meski panen kali ini menggunakan mesin, Ludiyono mengakui baru sekitar 40 persen total lahan di Desa Bumirejo yang memanfaatkan combine harvester. Sebagian petani masih memanen manual, terutama karena kebiasaan dan ketersediaan alat.

"Saat ini pemanfaatan combine harvester baru sekitar 40 persen dari total luas lahan karena sebagian petani masih memanen secara manual. Namun modernisasi alat pertanian sangat membantu, terutama pada MT I ketika panen dilakukan secara serentak," tambahnya.

Bupati: Mesin Bukan Pengganti Petani, Tapi Alat Bantu Efisiensi

Dalam sambutannya usai panen, Bupati Lilis Nuryani menegaskan bahwa mekanisasi bukan untuk menggantikan peran petani. Menurutnya, tenaga kerja yang semakin terbatas dan biaya produksi yang terus naik memaksa sektor pertanian beradaptasi.

"Pertanian hari ini tidak bisa dijalankan dengan cara puluhan tahun lalu. Tenaga kerja semakin terbatas dan biaya produksi terus meningkat, sehingga kita harus berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Mesin hanyalah alat, sedangkan penggerak utamanya tetap tangan, pengalaman, dan ketekunan para petani," ujar Lilis.

Setelah Padi, Lahan Disiapkan untuk Kacang Hijau Vima-1

Usai panen, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman benih kacang hijau varietas Vima-1 dan Vima-3 sebagai tanaman selingan Musim Tanam (MT) III. Kedua varietas ini memiliki masa panen 65 hingga 75 hari, dinilai cocok untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus menambah pendapatan petani.

Infrastruktur Jadi PR: Jembatan dan Irigasi Masih Diusulkan

Bupati juga menampung aspirasi warga terkait perbaikan infrastruktur pertanian. Ia menginstruksikan Kepala Desa Bumirejo untuk segera mengajukan surat usulan perbaikan jembatan agar bisa ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait. Komitmen peningkatan jaringan irigasi juga disampaikan dalam kesempatan itu.

Panen raya dihadiri unsur Forkopimda Kebumen, Camat Puring, kepala desa, penyuluh pertanian, dan ratusan petani setempat. Keberhasilan produktivitas 7,5 ton per hektare diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain untuk mengadopsi pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: kebumen24.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks