BLORA — Bupati Arief Rohman meyakini bahwa pengalaman sensorik langsung saat menikmati makanan di tempat asalnya lebih membekas dibandingkan brosur wisata atau video di media sosial. Keyakinan ini mendorongnya menjadikan warung masyarakat sebagai lokasi utama untuk menjamu tamu pejabat pemerintah pusat.
Menurut Bupati Arief, warung merupakan tempat terbaik untuk berdiskusi soal kebangsaan hingga membahas kepentingan publik. Di tempat seperti itu, semua kalangan bisa melebur dan kembali merasakan menjadi masyarakat biasa.
Warung Makan Lokal Jadi Etalase Bisnis
Bupati Arief mengungkapkan bahwa setiap tamu penting dari pusat yang datang ke Blora diharapkan tidak hanya membawa kesan baik, tetapi juga mengenal kekayaan kuliner dan produk UMKM setempat. Ia mencontohkan kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, bersama rombongan yang diajak menikmati kuliner di Kecamatan Cepu.
“Kami ingin setiap tamu (pejabat penting pemerintah pusat) yang datang ke Blora, tidak hanya membawa kesan baik terhadap daerah ini, tetapi juga mengenal kekayaan kuliner dan produk-produk UMKM yang dimiliki masyarakat Blora,” ujarnya, Sabtu, 18 Juli 2026.
Dari Ingatan Sensorik ke Peluang Investasi
Bupati percaya bahwa ingatan sensorik yang melekat pada pejabat pusat akan bertransformasi menjadi cerita yang dibawa pulang ke ibu kota. Cerita tersebut dinilai mampu membuka pintu peluang investasi dan memperluas pasar bagi para perajin rasa di tingkat lokal.
“Ketika ingatan itu melekat, akan bertransformasi menjadi cerita yang dibawa pulang ke ibu kota, membuka pintu peluang investasi, hingga memperluas pasar bagi para perajin rasa di tingkat lokal,” ungkapnya.
Selama pejabat pusat menikmati kuliner khas dan merasa cocok, Bupati yakin mereka akan otomatis merekomendasikan atau mempromosikan kuliner Blora ke Jakarta.
Program Pendampingan untuk UMKM Naik Kelas
Selain diplomasi kuliner, Pemkab Blora juga menyelenggarakan berbagai program pemberdayaan untuk mendorong UMKM naik kelas. Bupati Arief merinci sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah.
“Kita (Pemkab) melakukan pendampingan usaha dan pelatihan berkala. Lalu fasilitasi kemudahan perizinan. Selanjutnya, penguatan branding dan digitalisasi pemasaran. Serta membuka akses promosi di berbagai event daerah hingga kancah nasional,” beber Bupati Arief.