SEMARANG — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan perlindungan pekerja menjadi prioritas pemerintah kota, tidak hanya melalui anggaran, tetapi juga kolaborasi lintas sektor. Hingga April 2026, pemkot telah membayarkan premi bagi 9.000 pekerja rentan agar mereka memiliki akses terhadap jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan.
“Kesehatan dan perlindungan pekerja menjadi perhatian penting kami. Hingga April 2026, premi telah dibayarkan bagi 9.000 pekerja rentan. Melalui Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan, sebanyak 4.153 ASN juga turut terlibat membantu 8.879 pekerja rentan lainnya,” kata Agustina dalam kegiatan sosial Warisan Cinta Community di Gedung Oudetrap, Kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (15/8).
Peran Komunitas dan Dunia Usaha dalam Perlindungan Sosial
Agustina menyebut perlindungan pekerja tidak bisa berjalan sendiri oleh pemerintah. Menurutnya, dunia usaha dan komunitas memiliki ruang yang sama luasnya untuk memperluas dukungan bagi kelompok pekerja yang membutuhkan.
Pernyataan itu disampaikan di tengah acara yang digagas Warisan Cinta Community, sebuah komunitas yang menghimpun pengusaha perempuan serta istri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang. Dalam kegiatan tersebut, 100 pengemudi ojek online (ojol) perempuan menerima bantuan sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis dari rumah sakit serta institusi keuangan yang mendukung acara.
“Kita sedang berusaha membangun sebuah komunitas untuk menggerakkan banyak orang melakukan sesuatu bagi Kota Semarang. Itulah niat dari Warisan Cinta Community. Kita akan terus bergerak, terus berupaya menyelesaikan berbagai harapan dengan rembuk bersama dan dalam kesederhanaan,” ujarnya.
PHK Jadi Perhatian: Pemkot Ajak Komunitas Ikut Menekan Dampak
Di luar perluasan kepesertaan jaminan sosial, Agustina mendorong Warisan Cinta Community turut merespons persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih membayangi sektor ketenagakerjaan. Ia menilai dampak PHK terhadap pekerja dan keluarganya harus ditekan lewat aksi bersama, bukan hanya kebijakan administratif.
“Saya berharap kehadiran komunitas ini dapat menjadi salah satu ruang untuk bersama-sama memikirkan isu ketenagakerjaan kita, termasuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak PHK agar dampaknya bisa kita ringankan bersama,” tuturnya.
Pemkot Semarang sendiri terus memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC), BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari penguatan jaminan sosial masyarakat. Agustina menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga ketahanan sosial dan ekonomi warga Kota Semarang.
“Gotong royong ini harus terus kita jaga. Dengan semangat kebersamaan ini, Warisan Cinta Community dan Pemerintah Kota Semarang dapat terus berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” pungkasnya.