SEMARANG — Perayaan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah tidak hanya diisi kemeriahan musik, tetapi juga pesan politik pembangunan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara eksplisit mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkolaborasi meninggalkan kepentingan kelompok sempit.
Menurut Luthfi, pembangunan provinsi bukan pekerjaan eksklusif pemerintah. Pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, komunitas, hingga warga memiliki tanggung jawab bersama.
Modal Dasar Menghadapi Perubahan Zaman
Luthfi menilai semangat kebersamaan menjadi modal penting bagi Jawa Tengah menghadapi berbagai tantangan. Setiap elemen masyarakat harus mampu bergerak dan mengambil peran sesuai perkembangan zaman.
“Membangun Provinsi Jawa Tengah ini harus mempunyai asas kebersamaan. Gumregut Nyawiji. Provinsi Jawa Tengah maju bukan berarti dari gubernur, bupati, atau wali kota, melainkan dari seluruh komponen masyarakat yang bahu-membahu jadi satu,” kata Luthfi.
Tema “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji” yang diusung tahun ini, lanjut dia, bukan sekadar slogan. Lebih dari itu, ajakan ini dimaksudkan untuk menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi.
Jangan Sebar Hoaks dan Fitnah
Di hadapan warga yang hadir, Luthfi mengingatkan bahaya informasi bohong yang berpotensi memecah belah. Dia secara tegas meminta masyarakat menghentikan penyebaran konten negatif.
“Pesan saya, di ulang tahun yang ke-81 ini, mari kita rekatkan persatuan dan kesatuan. Kita singkirkan ego sektoral, kita hilangkan berita-berita yang bersifat hoaks, fitnah, saling membenci, dan sebagainya,” tegasnya.
Luthfi juga mengingatkan bahwa pembangunan saat ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang diletakkan 15 gubernur sebelumnya. Dia berharap Jawa Tengah terus menjadi puser atau pusatnya Nusantara.
Ekonomi Tumbuh 5,80 Persen, Kemiskinan Turun
Optimisme Luthfi ditopang data ekonomi terkini. Pada semester I 2026, perekonomian Jawa Tengah tumbuh 5,80 persen. Angka kemiskinan juga turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen.
“Kita harus berbangga diri bahwa Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu provinsi yang patut diperhitungkan,” ujarnya.
Capaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja bersama yang harus terus diperkuat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Doa untuk Korban Bencana di NTT dan Aceh
Di tengah kemeriahan Harmony of Java 2026, Luthfi menyempatkan diri memimpin doa bersama. Dia mengajak warga mendoakan saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, Aceh, dan sejumlah daerah lain.
“Malam hari ini kita doakan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Semoga dikuatkan, semoga ditabahkan, dan segera recovery,” kata Luthfi.
Pesan solidaritas serupa juga disuarakan dari atas panggung. Vokalis KLa Project, Katon Bagaskara, menyampaikan harapannya agar warga NTT segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Harmony of Java 2026 yang menampilkan KLa Project, Pertelon Koplo, Good Morning Everyone (GME), dan Saleho ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung hiburan. Di balik musik, terselip pesan tentang persatuan dan kepedulian sosial.