Pencarian

50 Warga Solo Raya Jalani Operasi Katarak Gratis di RST Slamet Riyadi, Kolaborasi SOLOPEDULI-Korem 074

Rabu, 26 Agustus 2026 • 14:38:31 WIB
50 Warga Solo Raya Jalani Operasi Katarak Gratis di RST Slamet Riyadi, Kolaborasi SOLOPEDULI-Korem 074
warga Solo Raya menjalani operasi katarak gratis di RST Slamet Riyadi, Surakarta, dalam kolaborasi SOLOPEDULI dan Korem 074/Warastratama.

SOLO — Ratusan warga dari Kota Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Sragen, Klaten, dan Wonogiri mendaftar untuk mendapatkan layanan operasi katarak gratis. Dari total 132 pendaftar yang masuk melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), sebanyak 86 peserta lolos seleksi awal, dan akhirnya 50 peserta non-BPJS dinyatakan memenuhi syarat medis untuk dioperasi.

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto yang hadir dalam seremoni pelaksanaan menyebut operasi ini merupakan layanan yang telah lama dinantikan masyarakat.

"Operasi katarak ini adalah hal yang dinanti-nanti oleh masyarakat. Informasinya sudah tiga bulan proses terlewati dan hari ini benar-benar terlaksana. Semoga ini benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat," ujar Respati.

Pendaftar Capai 132 Orang, 50 Peserta Lolos Operasi

Proses seleksi yang ketat dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Peserta yang dinyatakan lolos menjalani serangkaian tahapan, mulai dari pendaftaran, skrining di FKTP, hingga pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis mata sebelum akhirnya masuk meja operasi.

Ketua Dewan Pembina SOLOPEDULI, Danie H. Soe’oed, menjelaskan kolaborasi dengan Korem 074/Warastratama dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian peserta. Tujuannya, menjaring warga yang benar-benar membutuhkan penanganan katarak di seluruh wilayah Solo Raya.

"SOLOPEDULI menginisiasi untuk berkolaborasi dengan Korem 074/Warastratama karena kami ingin dibantu dalam pencarian peserta, yaitu warga yang benar-benar membutuhkan di seluruh wilayah Solo Raya, dan kami ucapkan kepada seluruh pihak yang sudah hadir dan menjadi bagian dari kolaborasi bersama ini," kata Danie.

Pemulihan Dipantau Hingga H+28 Setelah Operasi

Pendampingan bagi para penerima manfaat tidak berhenti setelah operasi selesai. Panitia menjadwalkan tiga kali kontrol untuk memantau kondisi mata dan proses pemulihan, yakni pada H+1, H+5, dan H+28 setelah tindakan.

Setelah seremoni, para tamu undangan juga melakukan visitasi ke ruang pascaoperasi. Mereka berinteraksi langsung dengan peserta sekaligus melihat proses edukasi mengenai perawatan mata setelah operasi katarak.

SOLOPEDULI Ajak Masyarakat Bantu Korban Gempa NTT

Di sela kegiatan, Danie turut mengajak masyarakat untuk membantu warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). SOLOPEDULI berencana berkolaborasi dengan TNI AU melalui Pesawat Hercules untuk menyalurkan bantuan ke lokasi bencana.

"Mari kita bersama-sama memberikan kepedulian dan bantuan terbaik bagi saudara-saudara kita di NTT," imbuhnya.

Sementara itu, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira menegaskan pentingnya sinergi lintas elemen dalam kegiatan sosial ini. Ia menyebut kolaborasi TNI, Polri, pemerintahan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.

"Kami bangga dengan adanya kolaborasi ini. Kami mengangkat seluruh elemen masyarakat, baik TNI, Polri, pemerintahan, hingga masyarakat. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang sudah ikut terlibat," ujar Arry.

Operasi katarak gratis ini menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kebutaan akibat katarak sekaligus membantu mempercepat penanganan backlog kasus katarak di Jawa Tengah. Gangguan penglihatan akibat katarak tidak hanya berdampak pada kemampuan melihat, tetapi juga memengaruhi kemandirian, produktivitas, hingga kondisi sosial ekonomi penderitanya.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mettanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks