JAWA TENGAH — MSI Claw 8 EX AI+ hadir sebagai konsol genggam paling bertenaga yang pernah kami uji. Dengan prosesor Intel Arc G3 Extreme yang mencakup GPU Arc B390, konsol ini mampu menjalankan game AAA modern di pengaturan grafis tinggi tanpa hambatan berarti. Namun, pencapaian teknis ini harus ditebus dengan harga yang sulit masuk akal untuk sebagian besar gamer.
Harga Selangit untuk Performa Kelas Atas
MSI membanderol Claw 8 EX AI+ sebesar USD 1.799,99 (sekitar Rp 29,7 juta), atau GBP 1.399,99. Angka ini hampir dua kali lipat harga Asus ROG Ally X yang dirilis sebelumnya di angka USD 999,99. Konsol ini juga lebih mahal dari Lenovo Legion Go S yang dibanderol mulai USD 649,99.
Dengan nominal segitu, konsol ini bersaing langsung dengan laptop gaming kelas menengah. Sebagai perbandingan, Alienware 16X Aurora dengan Intel Core Ultra 9 275HX, GPU Nvidia GeForce RTX 5070, dan RAM 32GB DDR5 hanya lebih mahal beberapa ratus dolar, tetapi menawarkan performa jauh di atas Claw dalam benchmark sintetis.
Performa Menggila di Genggaman
Keunggulan utama Claw 8 EX AI+ ada pada grafisnya. GPU Intel Arc B390 yang disematkan membuat konsol ini mencatat skor 6.534 di 3DMark Time Spy, lebih tinggi 62 persen dibandingkan ROG Ally X yang hanya meraih 4.033. Dalam benchmark 3DMark Port Royal, Claw unggul 76 persen berkat skor 3.544 berbanding 2.006.
Hasil nyata di lapangan juga impresif. Cyberpunk 2077 di pengaturan Ultra dengan ray tracing nonaktif berjalan di 43 fps, sementara ROG Ally X hanya mampu 8 fps pada kondisi serupa. Total War: Warhammer 3 mencatat rata-rata 81,3 fps di preset Ultra, dan Dirt 5 menyentuh 95,7 fps di pengaturan Low.
Pengujian game ringan hingga berat juga menunjukkan stabilitas. Clair Obscur: Expedition 33 berjalan mulus di 60 fps stabil. Baldur's Gate 3 mencapai 38 fps di pengaturan Ultra dengan visual yang menawan. Untuk game lawas seperti The Elder Scrolls 4: Oblivion Remastered, performa naik-turun drastis—stabil di 60 fps di area tertutup, namun tersendat saat berpindah ke area terbuka yang ramai.
Desain Ergonomis dan Layar Mumpuni
Bobot 786 gram terdengar berat, namun MSI mendesain ulang bodi dengan grip melebar yang membuat distribusi berat terasa seimbang. Tekstur laser-etched pada grip membantu pegangan, tetapi permukaannya yang kasar cepat membuat telapak tangan berkeringat saat sesi bermain panjang.
Layar sentuh IPS 8 inci dengan resolusi 1920 x 1200 dan refresh rate 120Hz menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya. Kecerahan 500 nits cukup untuk bermain di luar ruangan, meski kurang optimal saat terkena sinar matahari langsung. Warna yang dihasilkan kaya dan responsif, meskipun masih di bawah kualitas panel OLED milik Steam Deck.
Stik analog dan trigger berbasis Hall effect memberikan presisi yang baik, meski tidak seakurat varian TMR yang mulai digunakan pada kontroler premium. Sayangnya, tidak ada trackpad seperti di Steam Deck, sehingga game yang membutuhkan kursor mouse—seperti beberapa judul strategi di Steam—sulit dimainkan tanpa perangkat tambahan. Scanner sidik jari juga kerap gagal mengenali sidik jari dan butuh beberapa kali percobaan.
Baterai dan Sistem Operasi Menjadi Catatan
Kapasitas baterai 80Whr terbilang besar, tetapi manajemen dayanya mengecewakan. Dalam benchmark PCMark 10 Gaming, baterai habis hanya dalam 1 jam 36 menit pada mode Balanced. Hasil yang lebih realistis didapat di mode AI yang mengatur konsumsi daya otomatis, dengan durasi pemakaian sekitar 2,5 jam untuk game 2D. Pengisian penuh memakan waktu sekitar 90 menit dengan charger 65W.
Sistem operasi Windows 11 menjadi kelemahan lain. Launcher MSI Center M yang menjadi pusat kendali sering tidak merespons atau mengalami glitch saat berpindah antar game. Kami juga sempat mengalami masalah di mana input kontroler terkunci setelah keluar dari menu MSI Center, memaksa kami me-restart game.
Kesimpulan: Untuk Siapa Konsol Ini?
MSI Claw 8 EX AI+ adalah lompatan teknologi yang mengesankan. Ia membuktikan bahwa konsol genggam bisa menyamai performa laptop gaming dengan GPU kelas menengah. Bagi gamer yang mengutamakan portabilitas tanpa kompromi visual, konsol ini adalah pilihan terbaik yang pernah ada.
Namun, target pasarnya sangat sempit. Dengan harga yang menembus Rp 29 juta—menyamai laptop RTX 5070—konsol ini sulit direkomendasikan untuk pembeli awam. Konsol ini cocok untuk mereka yang memiliki anggaran sangat longgar dan benar-benar membutuhkan perangkat gaming superportabel untuk menemani perjalanan dinas atau gaya hidup nomaden. Bagi kebanyakan orang, membeli ROG Ally X atau Lenovo Legion Go S dengan sisa uang untuk game dan aksesori adalah keputusan jauh lebih rasional.
Pertanyaan Seputar Berita Ini
Prosesor d?
n GPU apa yang digunakan MSI Claw 8 EX AI+? A: Menggunakan prosesor Intel Arc G3 Extreme dengan GPU Intel Arc B390.