JAWA TENGAH — Dua hari vakum, Bandara Soekarno-Hatta akhirnya bergerak lagi. Terminal keberangkatan yang sebelumnya sepi kini dipadati calon penumpang yang ingin segera terbang. Sebagian besar dari mereka adalah penumpang yang jadwalnya tertunda sejak Minggu (6/9) dan Senin (7/9) saat bandara ditutup total.
Penyebab Penutupan: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Penutupan Bandara Soetta bukan tanpa alasan. Sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda membuat jarak pandang menurun drastis dan membahayakan mesin pesawat. Otoritas bandara bersama maskapai memutuskan menghentikan seluruh operasional penerbangan selama dua hari sebagai langkah antisipasi.
Keputusan ini diambil setelah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait lainnya. Abu vulkanik yang terbawa angin hingga ke wilayah udara Tangerang menjadi pertimbangan utama keselamatan.
Antrean Panjang dan Kepadatan di Terminal Keberangkatan
Begitu pengumuman operasional kembali dibuka, calon penumpang langsung berdatangan. Pantauan di Terminal 2 dan Terminal 3, kursi-kursi ruang tunggu penuh, antrean check-in mengular, dan suasana yang sempat hening berubah riuh. Banyak penumpang memilih datang lebih awal untuk mengantisipasi kepadatan dan proses verifikasi tiket yang lebih lama dari biasanya.
Maskapai penerbangan berupaya menormalkan kembali jadwal yang sempat tertunda. Penumpang yang terdampak pembatalan sebelumnya diberikan opsi reschedule ke jadwal berikutnya tanpa biaya tambahan, sesuai kebijakan masing-masing maskapai.
Tips Mengantisipasi Kepadatan di Bandara
Bagi traveler yang akan terbang dari Soetta dalam beberapa hari ke depan, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Tiba di bandara minimal tiga jam sebelum jadwal keberangkatan sangat disarankan. Kondisi pasca-penutupan biasanya membuat proses check-in dan pemeriksaan keamanan lebih lambat dari normal.
Selalu pantau status penerbangan melalui aplikasi resmi maskapai atau situs bandara. Informasi terkini mengenai operasional bandara dapat dikonfirmasi melalui akun media sosial resmi Bandara Soekarno-Hatta atau call center di 172. Jangan lupa membawa masker cadangan, karena kualitas udara di sekitar bandara pasca-erupsi masih perlu diwaspadai.
Aktivitas Penerbangan Kembali Normal Secara Bertahap
Meski sudah beroperasi, jumlah penerbangan belum sepenuhnya pulih. Beberapa maskapai masih melakukan penyesuaian jadwal dan frekuensi secara bertahap. Penumpang diimbau untuk tidak memaksakan datang terlalu pagi jika jadwal penerbangan sudah dipastikan berangkat siang atau sore hari.
Kepadatan diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir pekan ini, seiring dengan proses normalisasi jadwal dan keberangkatan penumpang yang sebelumnya tertunda. Untuk perjalanan yang lebih nyaman, pertimbangkan memilih jam keberangkatan di luar jam sibuk pagi, seperti siang atau malam hari.
Bandara Soekarno-Hatta sendiri merupakan gerbang udara utama Indonesia yang melayani rute domestik dan internasional. Dengan kembalinya operasional ini, arus perjalanan udara dari dan menuju Jakarta diharapkan segera pulih sepenuhnya dalam beberapa hari ke depan.