Pencarian

Autonomy Tambah Armada Mobil Bensin demi Selamatkan Layanan Subscription Kendaraan

Rabu, 09 September 2026 • 21:06:01 WIB
Autonomy Tambah Armada Mobil Bensin demi Selamatkan Layanan Subscription Kendaraan
Autonomy menambah armada kendaraan bermesin bensin untuk pertama kalinya demi menjaga layanan subscription kendaraan.

JAWA TENGAH — Autonomy, perusahaan rintisan penyedia layanan subscription kendaraan asal California, mengumumkan penambahan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) ke dalam armadanya untuk pertama kalinya. Keputusan ini menjadi pivot strategis setelah ambisi awal perusahaan untuk menguasai pasar sewa mobil listrik berbasis langganan gagal total akibat perang harga EV yang dipicu Tesla.

Kegagalan Ambisi 23.000 Unit EV

Empat tahun lalu, Autonomy berjanji membeli 23.000 unit kendaraan listrik dari 17 produsen otomotif, termasuk Tesla, untuk dijadikan armada layanan subscription. Model bisnis ini menggabungkan tren kepemilikan kendaraan fleksibel dengan adopsi EV yang sedang naik daun pada awal 2020-an.

Sayangnya, rencana tersebut kandas dalam waktu satu tahun. Armada Autonomy nyaris tidak pernah tumbuh melebihi 1.000 unit, dan nilainya anjlok sekitar sepertiga akibat perang harga yang dimulai Elon Musk untuk menjaga daya saing Tesla. Scott Painter, founder yang juga menciptakan TrueCar, terpaksa menyuntikkan dana pribadi untuk menyelamatkan perusahaan.

Mengapa Beralih ke Mobil Bensin?

Keputusan menambah kendaraan ICE hadir di tengah lonjakan harga mobil baru yang kini menembus US$ 50.000. Fred Weick, CEO Autonomy dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di Mercedes-Benz, menilai harga yang semakin mahal menyulitkan masyarakat dengan skor kredit rendah atau tanpa akses kredit sama sekali untuk memiliki kendaraan.

“Jika Anda ingin sukses dalam hal apa pun, Anda harus memberi pelanggan apa yang mereka inginkan,” ujar Weick kepada TechCrunch dalam wawancara eksklusif. “Sangat sedikit contoh dalam sejarah tentang menciptakan sesuatu yang pelanggan tidak tahu mereka inginkan.”

Model Bisnis dan Target Pasar Baru

Layanan Autonomy menerapkan biaya satu kali yang saat ini ditetapkan US$ 1.000 untuk EV, ditambah biaya bulanan yang bervariasi tergantung merek dan model. Pelanggan bisa membatalkan langganan kapan saja setelah melewati satu bulan pertama.

Weick menyebut empat segmen pelanggan yang menjadi target utama: mahasiswa universitas, keluarga militer, pekerja asing, dan mereka yang menginginkan pengalaman "mobil perusahaan". “Inti ketertarikan adalah akses mobilitas yang mudah dan cepat tanpa semua pusing yang datang dari cara lama membeli mobil,” jelasnya.

Armada Baru dan Mitra Dealer

Jajaran kendaraan bensin anyar ini akan diisi model Ford seperti Mustang, Ranger, pikap F-150, serta SUV Bronco Sport, Escape, dan Explorer. Autonomy mendapatkan pasokan dari Galpin Motors yang berbasis di Los Angeles dan memulai layanan untuk pelanggan di California.

Perusahaan juga beroperasi di Arizona, Florida, Texas, New York, North Carolina, dan Washington. Autonomy menyatakan akan bekerja sama dengan mitra dealer lain di pasar-pasar tersebut untuk memperluas jangkauan.

Nasib Armada EV dan Pelajaran Industri

Meski menambah mobil bensin, Weick menegaskan Autonomy masih melihat minat terhadap EV, terutama di California. Armada listrik perusahaan saat ini bertahan di angka sedikit di atas 500 unit—jauh dari target 23.000 unit yang dijanjikan pada 2022.

Autonomy bukan satu-satunya perusahaan armada yang gagal mentransisikan diri ke EV. Hertz sempat mengklaim akan membeli hingga 100.000 unit Tesla pada 2021, namun akhirnya menjual mayoritas armada tersebut pada 2024 dan kembali beralih ke kendaraan bensin. Pivot Autonomy ini menjadi sinyal bahwa model subscription kendaraan membutuhkan fleksibilitas pilihan kendaraan, bukan sekadar mengikuti tren elektrifikasi.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks