MAGELANG — Kecelakaan itu bermula ketika truk dump berhenti di traffic light dengan kondisi lampu belakang mati total. Dari arah belakang, truk bermuatan pasir yang dikemudikan Niko Khairul Anam melaju kencang dan tidak sempat mengerem.
Kepala Kantor SAR Semarang, Kamal Riswandi, menyebut kegelapan menjadi faktor utama penyebab tabrakan.
"Karena gelap, lampu belakang truk dump mati, korban tidak melihat. Kecepatan tinggi, tidak sempat mengerem, langsung menghantam belakang truk dump," tutur Kamal.
Laporan Darurat Diterima USS Borobudur Pukul 19.30 WIB
Laporan kecelakaan masuk ke Unit Siaga SAR (USS) Borobudur pukul 19.30 WIB, setengah jam setelah kejadian. Tim Rescue langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 20.15 WIB.
Kabin truk pasir ringsek parah. Kaki korban terjepit dan tertusuk tuas rem, membuat proses evakuasi berlangsung dramatis di tengah gelapnya jalur Secang.
Evakuasi 25 Menit dengan Alat Ekstrikasi
Petugas menggunakan alat ekstrikasi untuk membongkar besi-besi kabin yang menghimpit kaki korban. Proses penyelamatan berjalan singkat.
"Alhamdulillah proses berjalan singkat hanya 25 menit, kaki korban bisa segera dilepas dari jepitan," imbuh Kamal.
Korban yang bersimbah darah langsung dilarikan ke RSJ Dokter Soerodjo Magelang untuk penanganan medis lebih lanjut.
Tim Gabungan Diapresiasi dalam Evakuasi
Kamal memberikan apresiasi kepada Damkar Kabupaten Magelang, PMI Magelang, dan warga sekitar yang terlibat dalam evakuasi. Kerja sama lintas instansi mempercepat proses penyelamatan korban.
Jalur Secang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan di Magelang. Pengendara diimbau memastikan lampu kendaraan menyala, terutama saat melintas pada malam hari.