SEMARANG — Pendaftaran program beasiswa untuk santri dan pengasuh pesantren di Jawa Tengah tahun 2026 sudah dimulai sejak 18 Februari lalu. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh menilai program ini menjadi kesempatan strategis bagi kalangan pesantren untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.
“Program ini sangat baik untuk mendukung peningkatan kualitas SDM santri. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Saleh di Semarang, Senin.
Pemprov Jateng melalui program ini menawarkan bantuan pendidikan mulai dari jenjang vokasi, S1, hingga doktoral atau S3. Untuk program dalam negeri, pendaftaran dibuka hingga 10 Juli 2026, dengan seleksi pada 13 Juli hingga 1 Agustus 2026, dan pengumuman pada 3 Agustus 2026.
Sementara untuk program luar negeri, pendaftaran ditutup lebih awal, yakni 13 Juni 2026. Beasiswa ini mencakup program S1 luar negeri, program double degree, serta program studi keislaman di Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Al Ahqof, dan Universitas Imam Syafi’i di Yaman.
Fasilitas yang diberikan cukup lengkap. Bagi penerima beasiswa dalam negeri, Pemprov Jateng menanggung penuh Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga delapan semester. Sedangkan untuk program luar negeri, pembiayaan meliputi biaya kuliah, biaya hidup, pengurusan visa, asuransi, hingga tiket pesawat pulang-pergi dari Semarang menuju negara tujuan.
Saleh yang juga Ketua DPD Golkar Jateng berharap program ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para santri. “Santri memiliki potensi besar. Dengan dukungan pendidikan yang baik, mereka dapat menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Calon pendaftar diwajibkan mengunduh aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) yang tersedia di Playstore maupun Appstore. Setelah masuk ke aplikasi, pengguna cukup mengklik banner “Beasiswa Santri” di halaman utama.
Pendaftar kemudian diarahkan untuk membaca Petunjuk Teknis secara saksama, lalu mengklik tautan pendaftaran yang berada di bagian paling bawah halaman. Di tautan tersebut, peserta dapat mengisi formulir dan mengunggah dokumen persyaratan kelengkapan. Sebagai alternatif, dokumen Petunjuk Teknis juga bisa diunduh melalui situs web resmi Pemprov Jateng di www.jatengprov.go.id.
Saleh menambahkan, akses pendidikan yang semakin terbuka bagi kalangan pesantren menjadi langkah penting dalam mendorong pemerataan kesempatan belajar. “Karena santri yang memiliki pendidikan dan kompetensi yang baik akan menjadi kekuatan penting bagi kemajuan daerah dan bangsa,” ucapnya.