JAKARTA — Aksi brutal yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal Brunei Darussalam terjadi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Pelaku, seorang selebgram bernama Woodyrman, nekat memukul kepala korban yang juga merupakan WNA Brunei menggunakan botol hingga tewas.
Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan secara jelas rangkaian peristiwa tragis tersebut. Dalam video, terlihat keduanya terlibat cekcok mulut sebelum pelaku tiba-tiba mengambil botol dan menghantamkan ke kepala korban. Korban langsung ambruk dan tak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung berusaha memberikan pertolongan pertama dan melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian. Korban kemudian dilarikan ke RSPP untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Meskipun sempat mendapatkan perawatan intensif di RSPP, nyawa korban tidak tertolong. Tim dokter yang menangani menyatakan bahwa korban mengalami cedera parah di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul. Pukulan botol yang dilayangkan pelaku diduga menjadi penyebab utama kematian korban.
Pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi terkait detail penanganan medis yang diberikan. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa korban sempat berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Petugas dari Polres Metro Jakarta Selatan bergerak cepat mengamankan pelaku tak lama setelah kejadian. Woodyrman kini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Barang bukti berupa botol yang digunakan untuk memukul korban juga telah diamankan penyidik.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik aksi brutal tersebut. Belum diketahui secara pasti apa yang memicu pertengkaran antara kedua WNA Brunei itu di kawasan Blok M. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.
Kapolres Metro Jakarta Selatan melalui Kasat Reskrim menyatakan bahwa penyidik masih menyusun kronologi lengkap peristiwa tersebut. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Brunei Darussalam di Jakarta untuk menangani proses hukum dan pemulangan jenazah korban.
"Kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap pelaku serta saksi-saksi. Untuk motif sementara masih dalam penyelidikan," ujar perwakilan kepolisian. Rekaman CCTV yang beredar viral dijadikan sebagai salah satu alat bukti utama dalam perkara ini.