JAWA TENGAH — Kisah Eka Budi Utami (39) membangun Naeka justru dimulai dari kegagalan. Setelah berhenti bekerja usai melahirkan, ia pertama kali merintis usaha pakaian bayi dan anak. Modal sudah dikeluarkan untuk mengurus sertifikasi SNI dan HAKI, tapi usaha itu tak kunjung jalan.
"Aku kayak nggak berjodoh, kok nggak cocok, nggak jalan-jalan," katanya kepada detikcom, Senin (18/5/2026) di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Adik iparnya, Rina, yang kemudian menjadi rekan bisnis, mengingatkan agar semangat itu tidak padam. Akhirnya, mereka sepakat menjual produk yang mereka pakai sehari-hari: jilbab. Nama Naeka lahir dari gabungan 'Na' (Rina) dan 'Eka'.
Lewat sistem maklon, jilbab Naeka langsung habis terjual di tengah pandemi. Momentum Ramadan 2020 menjadi titik balik ketika mereka meluncurkan mukena pertama berbahan katun silk dengan motif cetak bunga pastel.
Modal awal hanya Rp2 juta sejak November 2019. Tanpa toko fisik dan promosi besar, omzet April 2020 mencapai Rp45 juta. "Naeka siapa yang kenal? Cuma punya satu admin, upload doang dapat Rp45 juta. Aku kayak, 'eh uang dari mana nih?'" ujar Eka heran.
Ia menyebut pandemi justru membawa berkah. Penjualan terus meningkat di tahun kedua, mendorongnya membangun konveksi sendiri pada 2021 dengan nama Taka Konveksi. Kini, ia mempekerjakan tenaga kerja dari Garut, Cilacap, dan Jawa Tengah untuk menjaga kualitas produk premium yang dijual Rp255 ribu hingga Rp685 ribu.
Untuk meningkatkan skala usaha, Naeka bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada awal 2022. Eka mengetahui program itu dari unggahan Instagram BRI. Setelah mendaftar dan lolos kurasi, ia mengikuti pelatihan intensif harian dengan materi beragam.
"Misalkan hari ini bahas keuangan, yang datang bagian keuangan. Jadi tim bisa belajar sesuai bidangnya," jelas Eka. Sistem ini membantunya mendelegasikan tim secara efektif.
Saat ini, Naeka tengah mengurus sertifikasi TKDN dan izin industri. Langkah ini disiapkan untuk menembus ritel modern, proyek pengadaan pemerintah, dan pasar global — membuktikan bahwa niat ibadah bisa berbuah manis di panggung internasional.