KUDUS — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kudus meresmikan laboratorium konversi motor listrik di SMK Bhakti Kudus. Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) melalui skema PLN Peduli yang fokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik di sektor pendidikan.
Laboratorium ini dirancang sebagai sarana praktik bagi siswa jurusan teknik otomotif. Mereka bisa belajar langsung proses konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik, mulai dari perakitan baterai hingga sistem kontrol kelistrikan.
PLN UP3 Kudus menyediakan seperangkat alat konversi dan modul pelatihan di laboratorium tersebut. Peralatan yang dihibahkan meliputi motor listrik penggerak, baterai lithium, controller, serta perlengkapan pendukung lainnya yang sesuai standar keselamatan.
Kepala SMK Bhakti Kudus menyampaikan bahwa laboratorium ini menjadi satu-satunya fasilitas serupa di Kabupaten Kudus. Pihak sekolah berharap kehadirannya dapat mencetak lulusan yang siap bersaing di industri kendaraan listrik yang terus tumbuh.
Dengan adanya laboratorium ini, siswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas. Mereka bisa mempraktikkan proses konversi secara langsung, yang selama ini hanya dipelajari melalui video atau kunjungan industri.
PLN menyebut program ini sejalan dengan target pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Keberadaan tenaga terampil di tingkat SMK diharapkan bisa mendorong tumbuhnya bengkel konversi di daerah.
Peresmian laboratorium ini dilakukan beberapa waktu lalu di lingkungan sekolah. PLN UP3 Kudus berkomitmen untuk terus mendampingi proses belajar mengajar melalui pelatihan tambahan bagi para guru dan teknisi.
Ke depan, program serupa direncanakan menyasar sekolah kejuruan lain di wilayah eks Karesidenan Pati. PLN menilai investasi di bidang pendidikan vokasi merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir.