JAWA TENGAH — Peluang karier yang dibuka Harita Nickel dalam bursa kerja kali ini mencakup posisi driver, operator alat berat, mekanik, dan berbagai lini operasional lainnya. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos yang hadir langsung dalam acara tersebut mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam membuka akses kerja bagi warga lokal.
“Terima kasih kepada Harita Nickel yang sudah konsisten dari tahun ke tahun dalam melakukan pelatihan kerja bagi masyarakat Maluku Utara,” ujar Sherly dalam sambutannya.
Tak hanya membuka lowongan, Harita Nickel sejak 2023 menjalankan program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan Pemuda (PELITA). Program vokasi ini mencakup pelatihan operator alat berat, operator overhead crane, hingga bahasa Mandarin. Sejumlah lulusan program ini sudah terserap ke dunia kerja, terutama di kawasan industri Pulau Obi.
Executive Vice President External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, menekankan bahwa keberhasilan perusahaan bergantung pada pertumbuhan bersama komunitas sekitar. “Ketika anak-anak muda Maluku Utara berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik, itu juga menjadi kebanggaan bagi kami,” kata Latif.
Kemitraan ini tidak berhenti di bursa kerja. Harita Nickel juga menjalin sinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis kebutuhan industri. Kepala Disnakertrans Malut Marwan Polisiri menyebut kolaborasi antara regulator dan korporasi seperti ini yang seharusnya terus diperkuat.
“Tentu saja kerja sama ini akan berdampak langsung pada peningkatan kompetensi anak muda melalui berbagai program pelatihan yang disiapkan ke depan,” ujar Marwan. Ia menaruh harapan besar agar program ini bisa menjangkau lebih banyak generasi muda di Maluku Utara, sehingga mereka bertransformasi menjadi tenaga kerja berdaya saing tinggi.
Penandatanganan kesepakatan ini menjadi sinyal positif bagi percepatan pengembangan sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia. Dengan pendekatan pelatihan yang terintegrasi, talenta lokal tak hanya menjadi penonton di industri tambang yang tengah tumbuh pesat, tetapi justru menjadi pemain utama di dalamnya.