JAWA TENGAH — Presiden Prabowo Subianto melakukan komunikasi telepon dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten, pekan lalu. Dalam pembicaraan itu, kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral yang berfokus pada peningkatan kerja sama perdagangan dan respons terhadap dinamika global.
Keduanya sepakat bahwa volume perdagangan bilateral perlu ditingkatkan. Indonesia dan Belanda selama ini memiliki hubungan ekonomi yang erat, terutama di sektor agrikultur, logistik, dan investasi.
Belanda merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Eropa. Data Kementerian Perdagangan mencatat, nilai perdagangan kedua negara mencapai miliaran dolar AS per tahun. Namun, angka tersebut dinilai masih bisa dikerek naik.
“Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat diperluas, termasuk di sektor energi hijau dan infrastruktur,” demikian pernyataan resmi dari Istana Kepresidenan, kemarin.
Selain perdagangan, Prabowo dan Jetten juga bertukar pandangan mengenai situasi geopolitik terkini. Keduanya membahas konflik di kawasan Timur Tengah dan dampaknya terhadap rantai pasok global.
Indonesia, melalui komunikasi ini, menegaskan kembali posisinya sebagai negara yang mendorong diplomasi dan penyelesaian damai. Belanda, sebagai anggota Uni Eropa, menyambut baik peran aktif Indonesia di panggung global.
Pembahasan juga mencakup isu perubahan iklim dan transisi energi. Belanda dikenal sebagai salah satu negara yang paling maju dalam teknologi pengelolaan air dan energi terbarukan, dua sektor yang menjadi prioritas pemerintah Prabowo.
Komunikasi tingkat tinggi ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi. Pelaku usaha di kedua negara kerap menunggu sinyal politik sebelum memperluas ekspansi bisnis.
Para pengamat menilai bahwa percakapan telepon antara kepala negara biasanya menjadi langkah awal untuk merumuskan kerja sama yang lebih konkret. Langkah selanjutnya yang dinantikan adalah kunjungan balasan atau pertemuan bilateral di sela-sela forum internasional.
Pemerintah Indonesia sendiri tengah mendorong diversifikasi mitra dagang di tengah perlambatan ekonomi global. Eropa, dengan Belanda sebagai salah satu pintu masuknya, menjadi kawasan strategis yang terus dijaga hubungannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lebih lanjut mengenai jadwal pertemuan tatap muka antara Prabowo dan Jetten. Namun, kedua pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi intensif.