JAWA TENGAH — Kemenangan impresif atas Kroasia di laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 membuat Inggris langsung dianggap sebagai kandidat kuat juara. Meski baru memainkan satu pertandingan, skenario perjalanan menuju final mulai terpetakan, dengan beberapa lawan berat sudah menanti di jalur potensial.
Berdasarkan regulasi FIFA, jika tim peringkat ketiga dari Grup K lolos, maka otomatis mereka akan berhadapan dengan juara Grup L. Saat ini, DR Kongo memimpin persaingan di grup tersebut, disusul Kolombia di puncak klasemen. Namun, Portugal yang berada di posisi ketiga menjadi ancaman paling realistis bagi Inggris di babak 32 besar.
Jika Kolombia mampu mempertahankan posisi puncak Grup K, maka Inggris berpotensi bertemu Cristiano Ronaldo dkk. Skenario ini mengulang pertemuan klasik kedua tim di Piala Dunia 2004 dan 2006. Namun, jika DR Kongo bisa mengalahkan Portugal di dua laga sisa, maka lawan Inggris justru lebih ringan.
"Dengan respek, DR Kongo masih di bawah level Senegal atau Pantai Gading," tulis analis turnamen dalam laporannya. Saat ini, DR Kongo berada di posisi kedua dan masih berpeluang finis sebagai runner-up grup.
Jika lolos, Inggris akan berhadapan dengan pemenang antara juara Grup A dan peringkat ketiga Grup C, E, F, H, atau I. Meksiko, sebagai tuan rumah bersama, diprediksi menjadi lawan paling berat di fase ini. Rekor fantastis Meksiko saat bermain di kandang sendiri menjadi ancaman serius bagi Three Lions.
Alternatif lain adalah Ekuador yang kalah tipis 0-1 dari Pantai Gading di laga perdana, atau Senegal yang diunggulkan mengalahkan Irak di Grup I. Skotlandia juga memiliki peluang tipis untuk bertemu Inggris jika serangkaian hasil tak terduga terjadi.
Jika peringkat FIFA menjadi patokan, Brasil akan menjadi lawan Inggris di perempat final—mengulang duel sengit Piala Dunia 2002. Namun, situasi di Grup C cukup rumit. Maroko berhasil menahan Brasil 1-1 di laga pembuka, membuat persaingan grup ini terbuka lebar.
Jepang, Norwegia, bahkan Skotlandia yang mengejutkan di puncak klasemen Grup C, bisa menjadi batu sandungan. "Segala sesuatu bisa terjadi di seperdelapan peta turnamen ini," tulis laporan tersebut.
Undian turnamen menempatkan Inggris, Prancis, Spanyol, dan Argentina di empat sudut berbeda. Jika semua berjalan sesuai rencana, Inggris akan bertemu Argentina di semifinal—pertemuan pertama sejak Piala Dunia 2002. Lionel Messi dkk. harus melewati Uruguay, lalu kemungkinan Turki, Australia, atau Iran sebelum berhadapan dengan Three Lions.
Di sisi lain undian, Prancis dan Spanyol diprediksi bertemu di semifinal lainnya, mengulang duel Lamine Yamal melawan Kylian Mbappe di Euro 2024.
Prancis dan Jerman diunggulkan lolos dari grup masing-masing dan bisa bertemu di babak gugur, mirip skenario Piala Dunia 2014. Belanda juga berpeluang menjadi lawan di perempat final. Siapa pun lawan di partai puncak, perjalanan Inggris masih panjang—dan satu hal pasti: belum ada yang bisa menjamin "it's coming home" setelah satu kemenangan.