YOGYAKARTA — Sebuah insiden di ajang Jogja Marathon 2026 menjadi viral setelah seorang ajudan tanpa nomor BIB diduga memicu kemarahan seorang jenderal TNI. Peristiwa ini terjadi saat ajudan tersebut memasuki area start yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi peserta resmi.
Belum ada konfirmasi resmi dari pihak penyelenggara maupun TNI terkait identitas jenderal yang disebut-sebut dalam video yang beredar. Namun, rekaman amatir yang tersebar di platform X (sebelumnya Twitter) menunjukkan suasana tegang di garis start, dengan beberapa orang terlihat saling beradu argumen.
Komentar warganet justru lebih banyak mengarah pada perbandingan dengan Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2023, Ganjar Pranowo. Banyak warganet mengingat momen ketika Ganjar terlihat berinteraksi dengan ajudannya di berbagai acara publik tanpa pernah memicu keributan serupa. "Ganjar dulu sama ajudannya juga sering jalan bareng, tapi nggak pernah kayak gini. Ini beda level," tulis akun @merapi_merbabu dalam cuitannya.
Dalam ajang lari massal seperti Jogja Marathon, nomor BIB berfungsi sebagai identitas peserta sekaligus tiket akses ke area start, finis, dan pos-pos bantuan di sepanjang rute. Panitia biasanya melarang ketat orang tanpa BIB memasuki area tersebut untuk menghindari kecelakaan dan gangguan keamanan.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap protokol acara, terutama di event yang melibatkan pejabat publik dan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia Jogja Marathon 2026 maupun pihak TNI terkait dugaan keributan tersebut.