SEMARANG — Apindo menilai Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi wilayah paling kompetitif dalam menarik investasi baru. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam menyebut berbagai indikator daya saing terus menguat, termasuk pertumbuhan ekonomi di sejumlah kawasan industri dan tingkat efisiensi investasi yang lebih baik dari rata-rata nasional.
Pekerjaan Rumah: Infrastruktur Logistik
Meski optimistis, Bob Azam mengingatkan percepatan pembangunan infrastruktur logistik masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Penguatan pelabuhan, pengembangan dry port di Batang dan Kendal, serta integrasi kawasan industri dengan rantai pasok nasional dan global dinilai krusial.
"Jawa Tengah harus mampu menjadi pusat investasi dan logistik berkelas internasional," ujar Bob dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Keunggulan Strategis di Tengah Relokasi Global
Apindo memaparkan hasil kajian yang menunjukkan sejumlah keunggulan strategis Jawa Tengah. Posisi geografis di tengah Pulau Jawa, tenaga kerja yang kompetitif dan melimpah, kawasan industri yang terus berkembang, serta iklim investasi yang kondusif menjadi modal utama.
Menurut Apindo, di tengah tren relokasi industri global akibat strategi China+1 dan meningkatnya biaya produksi di negara tujuan investasi lain, Jawa Tengah berada di posisi strategis. Provinsi ini dinilai mampu menangkap arus investasi baru sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Gubernur: Revitalisasi Pelabuhan dan Dry Port Batang
Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik dukungan Apindo. Ia menyebut sejumlah keunggulan daerah, mulai dari kondisi sosial yang aman, biaya tenaga kerja kompetitif, hingga dukungan pendidikan vokasi melalui SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Di sektor logistik, revitalisasi pelabuhan telah diajukan ke pemerintah pusat. Pengembangan Dry Port Batang juga telah memperoleh persetujuan sebagai bagian dari penguatan ekosistem investasi.
Usulan Tim Kecil dan Perluasan Akses Pasar Global
Dewan Pakar Apindo Anton J Supit menilai momentum percepatan investasi perlu diperkuat melalui perluasan akses pasar global. Salah satu caranya adalah penyelesaian dan implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Anton mengusulkan pembentukan tim kecil yang melibatkan Pemprov Jawa Tengah, Bappenas, dan Apindo. Tim ini akan mengawal agenda strategis yang membutuhkan dukungan pusat, seperti pengembangan pelabuhan, penguatan logistik, konektivitas kawasan industri, dan percepatan investasi prioritas.
"Dengan dukungan kebijakan konsisten, perbaikan sistem logistik terintegrasi, penguatan rantai pasok, serta kolaborasi erat pemerintah dan dunia usaha, Jawa Tengah berpeluang menjadi pusat investasi paling kompetitif di Indonesia," ujar Anton.