IKN — Langkah ini merupakan bagian dari lawatan Ahmad Luthfi di Kalimantan Timur yang berorientasi membuka pasar baru bagi potensi unggulan daerahnya. Dalam pertemuan tersebut, Luthfi tidak datang sendirian; ia didampingi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.
“Misalnya Jepara yang sudah dikenal sebagai sentra furnitur. Saya ingin melihat apakah ada peluang kerja sama penyediaan furnitur dari Jawa Tengah untuk mendukung pembangunan di IKN,” kata Luthfi yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin.
Potensi Kolaborasi Lintas Sektor yang Ditawarkan Jateng
Luthfi menilai pembangunan ibu kota baru membuka ruang besar bagi daerah untuk berkontribusi sekaligus memperluas ekonomi. Peluang yang dijajaki tidak hanya berhenti di furnitur khas Jepara.
Pemprov Jateng juga menyoroti sektor perbankan melalui BUMD, penyediaan barang dan jasa, hingga keterlibatan perguruan tinggi untuk mendukung kebutuhan IKN yang terus berkembang. “Intinya, Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” tegasnya.
Skema Pendanaan dan Realisasi Investasi di IKN
Dalam pemaparannya, Otorita IKN menyebut pembangunan kawasan saat ini ditopang empat sumber: APBN, skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, dan hibah. Realisasi investasi swasta yang masuk tercatat mencapai Rp 74,54 triliun dari 67 investor, sementara proyek KPBU bernilai Rp 134,25 triliun.
Basuki Hadimuljono menyatakan pihaknya membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah. “Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujarnya.
Insentif Fiskal dan Dampak bagi Pelaku Usaha Daerah
Basuki menambahkan, sinergi tidak terbatas pada investasi modal. Peluang lain mencakup penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata.
Bagi Jateng, kerja sama ini diharapkan mempercepat pembangunan IKN sekaligus menciptakan pasar baru bagi pelaku usaha lokal. Dampak jangka panjangnya adalah pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja bagi warga di kampung halaman.