JAWA TENGAH — Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjadi mitra strategis petani dan nelayan. Hal ini disampaikan dalam forum Temu Wicara Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Gorontalo, dihadiri lebih dari 370 petani dan nelayan dari berbagai daerah.
Untuk memastikan petani mendapatkan keuntungan, Bulog menyerap Gabah Kering Panen (GKP) sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini memberikan kepastian pasar dan harga jual yang layak bagi hasil panen.
“Petani dan nelayan adalah pahlawan pangan bangsa. Perannya sangat besar dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Rizal Ramdhani dalam sambutannya. Menurut dia, ketahanan pangan tidak hanya soal stok, tetapi juga keberpihakan kepada pelaku pangan di lapangan.
Di sisi hilir, Bulog mengelola stok beras sebanyak 5,19 juta ton. Jumlah ini menjadi modal strategis untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan gejolak harga di pasar.
Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog telah menyalurkan lebih dari 357 ribu ton beras ke berbagai saluran distribusi. Mulai dari pasar rakyat, ritel modern, hingga jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Rizal menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, petani, nelayan, dan pelaku usaha. Forum PENAS dinilai menjadi momentum tepat untuk menyerap aspirasi langsung dari lapangan.
“Forum seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi, mendengar langsung aspirasi petani dan nelayan, serta memastikan program-program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Dengan realisasi pengadaan yang telah melampaui tiga perempat target tahunan, Bulog optimistis target swasembada pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan. Perusahaan juga terus menjalankan tugas stabilisasi harga dan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat sebagai garda terdepan ketahanan pangan Indonesia.