SEMARANG — Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, mengungkapkan bahwa dari delapan venue yang dikelola, hanya tiga yang menjadi penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketiganya adalah GOR Trilomba Juang, GOR Manunggal Jati, dan GOR Citarum. Sementara venue lain, seperti Sport Center Mangkang Wetan, masih sepi peminat.
Didik menilai lokasi yang berada di pinggiran kota menjadi salah satu faktor utama. “Mungkin aksesnya cukup jauh dari perkotaan. Kemudian fasilitasnya juga mungkin belum sesuai dengan harapan pengunjung,” ujarnya. Pihaknya mengaku terus menerima masukan untuk meningkatkan kualitas layanan di venue tersebut.
Penurunan pendapatan juga dipengaruhi oleh perbaikan infrastruktur. Lintasan atletik di GOR Trilomba Juang ditutup sementara mulai 15 Juli 2026 untuk mendukung pekerjaan renovasi. Akibatnya, aktivitas masyarakat dihentikan dan pemasukan dari sewa fasilitas serta retribusi parkir otomatis berkurang. “Kalau venue ditutup karena perbaikan, tentu aktivitas masyarakat berhenti dan pendapatan ikut berkurang,” kata Didik.
Untuk menarik minat pengunjung, Dispora menyiapkan revitalisasi kolam renang Manunggal Jati. Fasilitas yang sudah beroperasi sekitar tiga dekade itu dilaporkan mengalami kebocoran di sejumlah bagian. Saat ini proses revitalisasi masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). “Tahun ini kami fokus menyelesaikan DED. Setelah itu, kami usulkan anggaran pembangunan agar tahun depan bisa langsung dieksekusi,” ungkap Didik. Pekerjaan fisik ditargetkan baru dimulai pada 2027.
Kedelapan fasilitas tersebut berada di bawah pengelolaan UPTD Gelanggang Olahraga. Berikut daftarnya:
Didik menambahkan, capaian retribusi pada tahun 2025 hanya sekitar Rp7,4 miliar. Kenaikan target menjadi Rp12 miliar pada 2026 dinilai berat, namun pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan potensi dari setiap venue yang ada.