JAWA TENGAH — Oppo Watch X3 adalah smartwatch Wear OS yang secara teknis mampu bersaing dengan Galaxy Watch dan Pixel Watch. Perangkat ini membawa baterai tahan lama, bodi kokoh, dan performa responsif berkat chip Snapdragon W5. Namun, konsumen di Amerika Serikat tidak bisa membelinya secara resmi. Oppo tidak memiliki divisi bisnis hardware konsumen di AS—ponsel, tablet, maupun wearable mereka tidak dijual di sana. Tanpa kehadiran produk utamanya, smartwatch sekelas Watch X3 pun ikut kandas.
Menjual perangkat terhubung di AS tidak sesederhana membuka toko online. Perusahaan harus membangun jaringan distribusi, memenuhi kepatuhan regulasi, menyediakan layanan garansi, dan dukungan software jangka panjang. Untuk varian seluler, perlu juga menjalin kerja sama dengan operator seluler. Jika Oppo belum siap berinvestasi untuk lini ponselnya, mustahil mereka melakukannya untuk jam tangan pintar yang pasarnya lebih kecil.
Ada faktor lain: tumpang tindih dengan OnePlus, brand saudara Oppo. Oppo Watch X3 secara garis besar adalah perangkat yang sama dengan OnePlus Watch 4—spesifikasinya identik, mulai dari chip, baterai, dimensi, hingga desain. OnePlus sendiri sudah menarik diri dari AS dan Eropa. Sulit membayangkan Oppo masuk dengan perangkat serupa di bawah nama yang berbeda.
Pasar smartwatch di Amerika Utara dikuasai Apple Watch. Sisanya diperebutkan Samsung, Google, Garmin, dan lainnya. Pendatang baru butuh gempuran marketing masif hanya untuk merebut sedikit pangsa pasar—sesuatu yang gagal dilakukan OnePlus. Belum lagi faktor politik. Huawei menjadi preseden paling jelas: FCC memblokir persetujuan baru untuk perusahaan dalam "Covered List" sejak 2022, dan iklimnya makin ketat. Oppo memang belum terkena larangan ala Huawei, tapi risiko regulasi tetap membayangi setiap perusahaan teknologi China yang ingin masuk AS.
Bagi yang tetap ngotot, Oppo Watch X3 varian global bisa didapatkan lewat eBay atau AliExpress dari seller terpercaya. Namun, ada konsekuensi yang harus diterima. Varian global tidak mencantumkan dukungan eSIM, jadi konektivitas terbatas ke Bluetooth dan Wi-Fi. Perangkat impor juga tidak menawarkan pengembalian mudah, dukungan lokal, atau jaminan update jangka panjang. Belum lagi potensi bea masuk dan pajak tambahan.
Oppo Watch X3 tidak dijual resmi di Indonesia? Bahan artikel tidak menyebutkannya secara eksplisit, jadi tidak bisa dipastikan. Yang jelas, strategi Oppo untuk tidak berekspansi ke AS bukan karena hardware-nya jelek, tapi karena pertimbangan bisnis yang matang. Bagi pengguna di luar AS, termasuk Indonesia, akses ke perangkat ini masih terbuka lewat jalur impir—dengan segala komprominya. Selama Oppo belum serius membangun infrastruktur penjualan global, Watch X3 akan tetap menjadi smartwatch tangguh yang hanya bisa dinikmati segelintir orang.