Dinkes Tegal Latih 197 Penjamah Makanan SPPG di Adiwerna untuk Cegah Keracunan Pangan

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:04:01 WIB

SLAWI — Sebanyak 197 penjamah makanan dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Adiwerna menjalani kursus keamanan pangan siap saji yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal. Pelatihan yang berlangsung Jumat (24/7/2026) ini difokuskan pada penguatan standar higiene dan sanitasi pengolahan makanan di tingkat dapur gizi.

Target Zero Keracunan dan Sertifikasi Higiene

Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kabupaten Tegal Edy Sucipto menegaskan bahwa hasil kursus harus langsung diterapkan dalam pengelolaan pangan siap saji. "Hal yang kami tekankan agar apa yang didapat dari kursus ini dapat diimplementasikan atau dilaksanakan oleh SPPG dalam pengelolaan pangan siap saji, didistribusikan ke penerima manfaat, sehingga dihasilkan pangan yang aman, higienis, dan sehat. Dan dapat mewujudkan Kabupaten Tegal zero keracunan pangan," ujar Edy.

Selain target nihil keracunan, agenda rutin ini dimanfaatkan untuk memenuhi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat itu menjadi tolok ukur resmi bahwa tempat pengelolaan pangan telah memenuhi kelayakan standar kesehatan.

Materi Pelatihan: dari Bahan Baku hingga Kebersihan Diri

Para petugas dapur gizi mendapat pembekalan komprehensif dari para pakar kesehatan masyarakat. Materi mencakup seluruh tahapan produksi, mulai hulu hingga hilir. "Beragam materi diberikan dalam kursus kali ini seperti cara memilih bahan baku yang baik dan penyimpanan yang benar, teknik mengolah, memasak, hingga mengemas makanan secara higienis, hingga penerapan standar kebersihan diri bagi para penjamah makanan," ungkap Edy.

Disiplin penerapan higiene diri dan kebersihan lingkungan kerja menjadi poin krusial. Standar ketat di area dapur dinilai mampu memutus rantai potensi pencemaran bakteri maupun zat berbahaya pada makanan.

Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Kualitas olahan pangan yang terjaga berkaitan erat dengan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dinkes Tegal optimistis target peningkatan status gizi masyarakat—khususnya kelompok pelajar—dapat tercapai maksimal jika penjamah pangan menguasai standar keamanan. "Makanan yang terjaga keamanannya sangat bergantung pada standar higiene dan sanitasi yang diterapkan, baik dari sisi peralatan, tempat, penjamah pangan, maupun bahan baku. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan para penjamah pangan memahami standar keamanan yang harus diterapkan," tegas Edy Sucipto.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top