JAWA TENGAH — Langkah kontroversial itu terungkap setelah laporan The Times pada Selasa (15/4) waktu setempat. Infantino tengah mengkaji pembentukan perusahaan baru di bawah FIFA yang akan mengelola Piala Dunia putra, Piala Dunia putri, dan Piala Dunia Antarklub. Entitas ini membuka peluang penambahan jumlah peserta dan frekuensi penyelenggaraan — yang berarti semakin banyak uang dari pihak ketiga.
Pembahasan telah melibatkan pihak-pihak dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Joshua Kushner, adik Jared Kushner, menjadi salah satu kandidat investor bersama bank JP Morgan.
Skema ini mencakup pembagian kepemilikan senilai sekitar US$20 juta untuk masing-masing dari 211 asosiasi anggota FIFA. Setelah masa jabatan terakhir Infantino berakhir — paling cepat 2031 — ia berpeluang duduk sebagai komisaris perusahaan baru tersebut.
UEFA langsung merespons dengan pernyataan keras. Federasi sepak bola Eropa itu menegaskan proposal Infantino telah melewati batas yang tidak boleh dilanggar oleh otoritas pengatur olahraga.
"UEFA menganggap persoalan ini sangat serius. Begitu pula seharusnya setiap asosiasi sepak bola nasional, liga, klub, pemain, suporter, pemerintah, dan semua pihak yang peduli terhadap masa depan sepak bola," tulis UEFA dalam pernyataan resmi.
"Tak satu pun dari kita memiliki sepak bola. Sepak bola juga bukan milik FIFA untuk dijual," lanjut pernyataan itu.
Menurut Talksport, federasi-federasi Eropa akan menggelar pertemuan darurat pekan ini untuk menyusun respons kolektif. Dukungan mulai menguat agar UEFA mengusung calon penantang Infantino pada pemilihan Presiden FIFA berikutnya.
Pemilihan itu dijadwalkan berlangsung di Maroko pada 18 November mendatang. Infantino memimpin FIFA sejak 2016, menggantikan Sepp Blatter yang tersandung kasus korupsi.
Laporan pada Selasa juga menyebut langkah ini berpotensi mendatangkan keuntungan finansial bernilai jutaan dolar bagi Infantino secara pribadi. Rencana pendirian perusahaan baru di bawah FIFA untuk menaungi kompetisi putra dan putri dinilai dapat menggeser tata kelola jika investor swasta masuk melalui skema kepemilikan.
Jika skema ini terealisasi, Piala Dunia — yang selama 94 tahun menjadi milik bersama federasi-federasi nasional — bisa berubah menjadi komoditas yang diperdagangkan di meja investasi. Ancaman boikot dari UEFA menjadi sinyal paling keras sejauh ini bahwa Eropa tidak akan tinggal diam.