Polisi Tangkap Komplotan Ganjal ATM di Pamulang, Modus Berbagi Peran dan Bawa Sajam

Penulis: Irfan Hakim  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 12:02:01 WIB
Polisi mengamankan tiga tersangka pengganjal ATM di Pamulang beserta sejumlah senjata tajam.

JAWA TENGAH — Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo membenarkan penangkapan tiga orang berinisial AN, IRA, dan MH di gerai ATM RS Buah Hati, Pamulang. Ketiganya diduga kuat sebagai pelaku pengganjalan mesin ATM yang meresahkan warga dalam beberapa pekan terakhir. Dari tangan mereka, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam yang dibawa saat menjalankan aksinya.

Waktu Operasi yang Terpola dan Peran yang Terbagi

Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra mengungkapkan, para pelaku memiliki pola operasi yang konsisten. Berdasarkan laporan yang masuk, aksi kejahatan ini hampir selalu terjadi pada rentang waktu pagi hari.

"Yang di mana dari laporan yang masuk ke kami, setiap kejadian itu rentang waktunya antara pada pukul 06.00 pagi hingga pukul 10.00 pagi," kata Galuh kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Pola ini menjadi petunjuk awal bagi polisi untuk mempelajari gerak-gerik pelaku. Setelah mengantongi cukup informasi, personel Polsek Pamulang kemudian melakukan pengintaian dan berhasil menangkap ketiganya saat tengah beraksi. Galuh menjelaskan, setiap pelaku memiliki peran yang saling terkoordinasi.

"Ada yang memiliki peran sebagai pengganjal di dalam gerai tersebut, begitu juga ada yang menawarkan kepada warga yang akan mengambil uang, dan satunya tersebut itu apa itu, memantau di depan," jelasnya.

Korban Terkonsentrasi di Pagi Hari, Warga Sempat Bertindak Main Hakim Sendiri

Dampak dari aksi komplotan ini cukup signifikan. Galuh menyebut laporan kehilangan uang yang masuk ke Polsek Pamulang sudah sangat banyak. Hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk memerintahkan jajarannya bergerak lebih cepat.

"Jadi masyarakat itu sering kehilangan uang. Dan laporan masuk di Polsek Pamulang juga sudah banyak. Maka oleh karena itu, saya memerintahkan personel Polsek Pamulang," ujarnya.

Saat aksinya gagal dan tercium warga, ketiga pelaku sempat menjadi sasaran amuk massa. Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak para pelaku dikejar-kejar warga dan sempat ditendang hingga terjatuh sebelum akhirnya diamankan. Mereka kemudian diserahkan ke polisi dalam kondisi tangan terikat.

Ancaman Hukuman dan Imbauan untuk Masyarakat

Polisi kini masih mendalami jumlah pasti korban dan total kerugian yang dialami masyarakat. Para tersangka dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan. Galuh mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat bertransaksi di ATM, terutama di pagi hari.

"Bahwasanya pelaku itu membawa senjata tajam saat beraksi," imbuhnya.

Ia menambahkan, jika menemukan kejanggalan pada mesin ATM, seperti lubang kartu yang terasa longgar atau ada benda asing, segera laporkan ke pihak bank atau polisi. Ke depannya, Polsek Pamulang akan meningkatkan patroli di titik-titik ATM yang rawan, khususnya pada jam-jam yang selama ini menjadi waktu operasi para pelaku.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top