Piala Disdikpora Grassroot Regional Kebumen 2026 Resmi Bergulir, 29 SSB dari 5 Kabupaten Berebut Gelar Juara

Penulis: Joko Purnomo  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:04:31 WIB
Pelepasan balon udara menandai pembukaan Piala Disdikpora Grassroot Regional Kebumen 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Kajoran, Karanggayam, Sabtu (1/8/2026).

KEBUMEN — Kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Piala Disdikpora Grassroot Regional Kebumen 2026 resmi dimulai di Lapangan Sepak Bola Desa Kajoran, Kecamatan Karanggayam, Sabtu (1/8/2026). Kejuaraan ini diikuti puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) tidak hanya dari Kabupaten Kebumen, tetapi juga dari Purworejo, Cilacap, Banyumas, hingga Magelang.

Pembukaan turnamen ditandai dengan pelepasan balon udara dan tendangan bola pertama oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen, Agus Sunaryo. Ajang ini dirancang sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet muda yang diharapkan mampu berprestasi dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Pembinaan Karakter Lewat Sepak Bola Usia Dini

Agus Sunaryo menegaskan bahwa pembinaan olahraga sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, sepak bola tidak hanya mengajarkan keterampilan bermain, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas.

“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kita berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kebumen, sekaligus mencetak generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki mental juara,” ujarnya dalam sambutan.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kondisi fisik, mengutamakan keselamatan selama bertanding, serta menikmati setiap pertandingan dengan penuh semangat dan kegembiraan.

Dukungan KONI untuk Pembinaan Atlet Berjenjang

Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kebumen. Wakil Ketua IV KONI Kebumen, Agus Junaedy, menilai kompetisi usia dini seperti ini sangat penting sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berjenjang.

Menurutnya, frekuensi pertandingan yang rutin akan membantu meningkatkan pengalaman, mental bertanding, serta kemampuan teknis para pemain muda sehingga lebih siap menghadapi kompetisi di level yang lebih tinggi. Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemain, pelatih, orang tua, hingga suporter, untuk bersama-sama menjaga sportivitas dan menjadikan turnamen sebagai sarana pembelajaran yang positif bagi anak-anak.

14 SSB Bertanding di Hari Pertama, Kategori 2012 Menyusul

Panitia menerapkan sistem pertandingan yang efektif dengan penyelesaian setiap kelompok usia dalam satu hari penuh. Pada hari pertama, sebanyak 14 SSB kategori usia kelahiran tahun 2016 bertanding sejak babak penyisihan hingga partai final.

Sementara itu, rangkaian kompetisi akan berlanjut pada hari berikutnya dengan mempertandingkan kategori kelahiran tahun 2012 yang diikuti oleh 15 Sekolah Sepak Bola dari berbagai daerah.

Melalui penyelenggaraan turnamen ini, diharapkan lahir bibit-bibit pesepak bola berbakat yang mampu menjadi kebanggaan Kabupaten Kebumen di masa mendatang, sekaligus memperkuat budaya olahraga yang sehat, kompetitif, dan menjunjung tinggi semangat fair play.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: kebumen24.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top