40 Penyandang Tunanetra dari 37 Provinsi Berlomba Tilawah di MTQ Nasional Semarang, Final Jumat (18/9)

Penulis: Irfan Hakim  •  Senin, 14 September 2026 | 08:46:02 WIB
Peserta tunanetra dari 37 provinsi mengikuti lomba tilawah pada MTQ Nasional XXXI di Semarang.

SEMARANG — Lomba tilawah disabilitas netra pada MTQ Nasional XXXI mempertandingkan 40 peserta dari 37 provinsi. Seluruh rangkaian penilaian berlangsung di Studio Catwalk BBPVP Kementerian Ketenagakerjaan, Semarang, Jawa Tengah.

Person in Charge (PIC) Majelis 3 Tartil dan Tilawah Disabilitas Netra MTQ Nasional Mohammad Asyiq menyebut babak penyisihan digelar Minggu hingga Kamis (17/9). Final dijadwalkan Jumat (18/9).

"Hari ini penyisihan dan final pada Jumat (18/9). Untuk materi itu satu jam sebelum tampil baru peserta mendapatkan, demikian pula urutan tampil," kata Asyiq di Semarang, Minggu 13 September 2026.

Materi Diberikan Satu Jam Sebelum Tampil

Aturan satu jam sebelum tampil itu berlaku sama untuk semua peserta. Materi dan urutan penampilan baru diketahui di lokasi, sehingga tidak ada yang bisa menyiapkan bacaan lebih awal.

Peserta dapat membaca Al Quran melalui hafalan maupun menggunakan Al Quran Braille. Penampilan mereka dinilai sembilan anggota dewan hakim.

Qari Semarang: Bukan Niat Cari Juara

Salah satu peserta, Ahmad Zainuddin, qari disabilitas netra asal Kota Semarang, menyatakan keikutsertaannya bukan untuk mengejar gelar juara. Warga Tlogomulyo, Pedurungan, itu ingin memperdalam kemampuan seni tilawah.

"Bukan niat cari juara, saya niatnya untuk mempelajari tilawah Al Quran itu lebih dalam," ujarnya.

Menurut Zainuddin, Al Quran bukan sekadar bacaan. Membaca dan menghayati ayat-ayat kalamullah memberi ketenangan dalam hati.

Ia mulai serius mendalami Al Quran sejak berusia 16 tahun dengan belajar di Pondok Pesantren Al Khairat, Jepara. Sejumlah prestasi diraihnya, termasuk juara dua MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pati dan Tegal.

Untuk tampil di tingkat nasional, Zainuddin mengaku telah mempersiapkan diri secara serius selama setahun. Setelah seluruh ikhtiar dilakukan, ia memilih tidak menggantungkan kebahagiaan pada hasil perlombaan.

Qariah Kaltim Berlatih Dua Kali Sehari Selama Sembilan Bulan

Qariah disabilitas netra asal Kalimantan Timur, Siti Nurjanah, menjalani persiapan sembilan bulan untuk menghadapi MTQ Nasional XXXI.

"Saya dengan pelatih berlatih dua kali dalam satu hari, selama sembilan bulan itu. Harapannya ya bisa mendapat juara satu, karena di ajang tahun lalu mendapat juara harapan satu," katanya.

Keikutsertaan puluhan penyandang tunanetra dari berbagai daerah menjadi bagian rangkaian MTQ Nasional XXXI. Ajang ini memberi ruang bagi peserta disabilitas netra menunjukkan kemampuan seni membaca Al Quran.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top