SEMARANG — Kepala Bidang Industri Pariwisata Disbudpar Kota Semarang, Deasy Ismalia, menyebut tiga program itu ditawarkan agar peserta MTQ tidak hanya mengikuti rangkaian kompetisi. Program pertama mengunjungi destinasi wisata sejarah dan budaya, program kedua bertajuk Kafilah Dolan, dan program ketiga Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang.
"Ada tiga program yang kita tawarkan ke peserta MTQ, mereka bisa menikmati program kunjungan ke wisata bersejarah, desa wisata, dan muter-muter Semarang," kata Deasy, Rabu (16/9).
Program pertama mengajak kafilah menyusuri sejumlah destinasi sejarah dan budaya Kota Semarang. Rutenya mencakup Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, Alun-Alun Semarang, Masjid Kauman, dan kawasan Kota Lama.
Rancangan rute itu dibuat supaya peserta dari berbagai daerah bisa mengenal lebih dekat sejarah, budaya, dan karakter Kota Semarang selama berada di Jawa Tengah. Lawang Sewu dan Sam Poo Kong menjadi dua titik yang paling sering disebut dalam program ini.
Program kedua membawa peserta ke Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo. Kandri dipilih karena telah dicanangkan sebagai Desa Wisata Ramah Muslim sekaligus pilot project destinasi wisata ramah muslim di Jawa Tengah.
Pemilihan Kandri menjadi bagian dari upaya memperkenalkan alternatif destinasi Semarang yang tidak hanya menawarkan pengalaman alam dan budaya. Konsep pariwisatanya disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan muslim.
Program ketiga, Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang, melengkapi dua pilihan sebelumnya. Seluruh peserta diberangkatkan dari Balai Kota Semarang sekitar pukul 15.00 WIB dengan armada Dinas Perhubungan Kota Semarang, termasuk bus tingkat dan shuttle bus.
City tour berlangsung selama empat hari, mulai Rabu (16/9/2026) hingga Sabtu (19/9/2026). Jadwal sore dipilih agar kafilah tetap bisa mengikuti agenda kompetisi pada pagi dan siang hari.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang diikuti kafilah dan pendamping dari 38 provinsi. Pemerintah Kota Semarang memanfaatkan ajang ini untuk memperkenalkan potensi pariwisata Ibu Kota Jawa Tengah kepada para peserta.
Disbudpar Kota Semarang menyiapkan transportasi bersama Dinas Perhubungan agar pergerakan ribuan peserta tetap terkendali. Tiga pilihan program diberikan supaya kafilah bisa menyesuaikan kunjungan dengan jadwal kompetisi masing-masing.