KUDUS — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang duduk satu meja dengan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk membahas keberlanjutan pemanfaatan aset perusahaan di wilayah tersebut. Pertemuan berlangsung Selasa (15/9) dan membahas sejumlah rencana, mulai dari pembangunan skybridge hingga pengaktifan layanan angkutan pemandu moda.
Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang, M Arie Fathurrohman, menyatakan pihaknya mendukung pembangunan daerah. "KAI tetap berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah daerah terkait dengan aset-aset yang kami miliki untuk kepentingan umum," ujar Arie.
Skybridge yang akan menghubungkan Gedung Kudus Sehat dengan RSUD dr. Loekmono Hadi menjadi salah satu proyek yang dibahas. Sekretaris Daerah Kudus, Eko Djumartono, memastikan PT KAI telah menyetujui rencana tersebut.
"Sudah ACC, cuma kan masih di konsep draft perjanjiannya," kata Eko.
Pembangunan skybridge ini ditujukan untuk mempermudah akses antara kedua fasilitas kesehatan tersebut. Proyek ini memanfaatkan aset KAI yang berada di sekitar kawasan RSUD.
Selain untuk fasilitas publik, aset eks Stasiun Wergu Wetan Kudus diarahkan untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Kedua pihak membahas pola kerja sama yang saling menguntungkan dan sesuai regulasi yang berlaku.
Pembahasan intensif dilakukan untuk merumuskan skema yang tepat. Pemkab Kudus menekankan pentingnya kepastian hukum dalam pemanfaatan aset tersebut.
Eko Djumartono menjelaskan bahwa durasi sewa lahan perlu disesuaikan dengan nilai investasi. Tujuannya agar menarik bagi investor yang ingin menanamkan modal di kawasan tersebut.
Pemkab Kudus mengusulkan perpanjangan masa sewa langsung mulai dari 5 hingga 25 tahun. Skema ini dinilai memberikan kepastian bagi investor untuk menghitung pengembalian modal.
Regulasi yang berlaku menjadi acuan dalam merumuskan pola kerja sama. Kedua pihak berharap skema yang disepakati dapat menguntungkan semua pihak.
Untuk mengatasi keterbatasan akibat jalur rel yang sudah tidak aktif di Kudus, PT KAI menyiapkan terobosan berupa layanan shuttle berbasis jalan raya. Layanan ini akan menghubungkan eks Stasiun Kudus menuju stasiun-stasiun aktif di wilayah Semarang.
Sistem integrasi tiket satu pintu (one-gate system) dirancang agar warga Kudus bisa langsung membeli tiket perjalanan kereta api sekaligus angkutan penghubungnya. "Saat ini, proses perizinan moda transportasi tersebut sedang diurus dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027," tutup Eko.
Layanan shuttle ini menjadi solusi bagi warga Kudus yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api. Selama ini, jalur rel yang tidak aktif membuat warga harus mencari moda transportasi sendiri menuju stasiun terdekat di Semarang.