JAWA TENGAH — Gangguan perjalanan LRT Jabodebek terjadi di Stasiun Jatimulya, Kabupaten Bekasi, pada Senin pagi dan berdampak pada sejumlah kereta menuju Stasiun Dukuh Atas BSI. Keterlambatan yang dialami penumpang berkisar antara 4 hingga 8 menit. Perjalanan dari Stasiun Jatimulya baru kembali normal pada keberangkatan pukul 07.41 WIB.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyatakan gangguan mulai terjadi pukul 07.11 WIB. Insiden itu memicu penumpukan penumpang di Stasiun Jatibening karena bertepatan dengan jam sibuk pagi. Laporan awal soal kepadatan di Stasiun Jatibening muncul dari unggahan penumpang di platform Thread.
Radhitya menjelaskan gangguan terjadi di stasiun keberangkatan, tepatnya di Stasiun Jatimulya. Kondisi itu memperlambat sejumlah perjalanan kereta menuju Stasiun Dukuh Atas BSI. Rentang keterlambatan yang tercatat antara 4 sampai 8 menit.
Penumpukan pengguna terjadi di Stasiun Jatibening akibat keterlambatan di stasiun keberangkatan. Situasi itu diperparah karena waktu kejadian bertepatan dengan peak hour pagi. Penumpang yang hendak menuju Dukuh Atas BSI menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Tim terkait langsung melakukan penanganan setelah gangguan terdeteksi. Perjalanan LRT Jabodebek dilaporkan kembali normal pada keberangkatan dari Stasiun Jatimulya pukul 07.41 WIB. Radhitya memastikan operasional kereta sudah berjalan seperti biasa setelahnya.
Radhitya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna atas ketidaknyamanan yang timbul. Ia menegaskan gangguan pada jam sibuk menjadi perhatian operator ke depan.
"LRT Jabodebek memohon maaf kepada seluruh pengguna atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada jam sibuk (peak hour)," ujarnya.
Bagi penumpang yang hendak mengecek status perjalanan, informasi terkini dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi LRT Jabodebek atau petugas di stasiun.