JAWA TENGAH — Apple resmi meluncurkan iPhone Duo, ponsel lipat pertamanya, di Sydney, Australia. Ratusan pembeli rela mengantre sejak dini hari demi mendapatkan unit perdana perangkat tersebut. Peluncuran ini menandai masuknya Apple ke segmen ponsel lipat yang selama ini dikuasai kompetitor seperti Samsung dan Huawei.
Sejumlah pembeli dilaporkan mulai berdatangan sejak pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Mereka bersaing mendapatkan unit pertama yang tersedia di gerai. Antrean mengular di sepanjang trotoar menuju pintu masuk toko.
Fenomena antrean seperti ini bukan hal baru bagi peluncuran produk Apple. Namun, kehadiran iPhone Duo sebagai perangkat lipat pertama Apple memberikan daya tarik tersendiri bagi penggemar setia merek tersebut.
iPhone Duo menjadi jawaban Apple atas tren ponsel lipat yang sudah lebih dulu diusung Samsung, Huawei, dan sejumlah produsen lain. Perangkat ini menandai pergeseran strategi Apple di segmen premium yang selama ini mengandalkan desain slab konvensional.
Peluncuran di Australia menjadi pasar awal sebelum perangkat menyebar ke wilayah lain. Apple belum merinci jadwal ketersediaan iPhone Duo untuk pasar Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara lainnya.
Kehadiran iPhone Duo berpotensi mengubah peta persaingan ponsel lipat global. Pengguna Indonesia yang selama ini memilih perangkat lipat dari Samsung atau merek China kini punya alternatif dari ekosistem Apple, meski harus menunggu ketersediaan resmi.
Bagi pelaku bisnis digital, masuknya Apple ke segmen ini bisa mempercepat adopsi format layar lipat untuk aplikasi produktivitas dan konten. Pengembang perlu mempertimbangkan penyesuaian antarmuka untuk layar yang bisa dilipat.
Detail spesifikasi lengkap, harga, dan jadwal rollout ke pasar lain belum diumumkan dalam laporan awal peluncuran ini.